Anggota DPRK Tolak Ditahan di LP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anggota DPRK Tolak Ditahan di LP

Anggota DPRK Tolak Ditahan di LP
Foto Anggota DPRK Tolak Ditahan di LP

* Bantah Terlibat dalam Poligami

SUKA MAKMUE – Anggota DPRK Nagan Raya H Syafriadi menolak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh, Aceh Barat. Dalam siaran pers yang diterima Serambi, Selasa (12/9) Syafriadi juga menyampaikan hak jawabnya terkait pemberitaan Serambi pada 15 Agustus 2017 dengan judul “Anggota DPRK Nagan Raya, Kabur dari Lapas, Diduga Dibantu Oknum Sipir”.

Menurutnya, penahanan atas dirinya tidak patut karena ia saat ini masih aktif sebagai anggota DPRK Nagan Raya. Apalagi, kata dia, penahanan tersebut sama sekali tidak ada surat izin dari Gubernur Aceh. Syafriadi menegaskan bahwa dirinya tidak berpoligami seperti yang dituduhkan selama ini.

Persoalan hukum dalam perkara yang dituduhkan kepadanya tersebut sudah memiliki keputusan Mahkamah Agung (MA) serta akte cerai dari mahkamah Syariah Meulaboh. Ini dibuktikan dengan surat keputusan MA Nomor 0337K/AG/2016 tanggal 28 Juli 2016 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Jadi telah terjadi perceraian antara saya Syafriadi dengan Ismanidar mantan istri saya itu,” katanya. Ia juga menjelaskan, terkait surat penetapan MA terhadap dirinya hanya sebagai tahanan rumah bukan tahanan Lapas Meulaboh, Aceh Barat. “Dalam hal ini saya juga sudah melakukan kasasi kepada MA, tapi surat pemberitahuan kasasi keputusan MA sampai saat ini belum saya terima,” tambahnya.

Ia menilai keputusan Pengadilan Negeri Meulaboh atas kasasi MA keliru. Apalagi, katanya, surat keputusan kasasi MA sangat berbeda dengan keputusan kasasi yang lain. Sebab dalam keputusan tersebut sama sekali tidak ada perincian terkait perkara hukum yang dituduhkan kepadanya.

Ia juga sudah melakukan pengecekan ke Mahkamah Agung RI di Jakarta dan menemukan fakta bahwa tidak ada surat apa pun terkait kasasi dirinya dari Pengadilan Negeri Meulaboh. Termasuk surat yang dikirim dari Pengadilan Negeri Meulaboh dalam hal perbaikan Kasasi Mahkamah Agung.

“Dari MA yang ada surat kasasi perceraian Syafriadi dengan Asmanidar Nomor 337K/AG/2016 tanggal 28 Juli 2016, yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan sudah ada akte penceraian dari Mahkamah Syariah Meulaboh,” tambahnya.

Syafriadi juga menjelaskan penahanan dilakukan jika memenuhi syarat pasal 21 ayat 4 KUHAP dan memenuhi keadaan-keadaan Pasal 21 ayat 1 KUHAP. “Jadi menurut saya tidak sah dilakukan penahan terhadap saya karena saya tidak melakukan poligami sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung dan sudah menerima akte cerai,” katanya.

Syafriadi menambahkan ia dieksekusi ke Lapas Meulaboh ketika sedang berada di Kantor DPRK Nagan Raya di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Saat itu ia mendapat telepon dari pengacara untuk datang ke LP Meulaboh, Aceh Barat. “Setiba di LP saya tidak diperbolehkan untuk pulang lagi, ditahan atas kasus poligami,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya Syafriadi dieksekusi tim Kejari Suka Makamue ke Lapas Kelas II B Meulaboh pada Selasa (8/8) setelah kasusnya dinyatakan incrach (berkekuatan hukum tetap). Ia merupakan anggota DPRK Nagan Raya yang dihukum lima bulan kurungan dalam kasus poligami setelah terbitnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 95/ PID / 2016 / PT-BNA.

Syafriadi dieksekusi tim Kejari Suka Makamue ke Lapas Kelas II B Meulaboh pada Selasa (8/8) pekan lalu setelah perkaranya dinyatakan incrach (berkekuatan hukum tetap.

Namun beberapa hari setelah dieksekusi ke LP Meulaboh, Syafriadi diketahui sudah tidak berada lagi dalam Lapas. Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh Sapto Winarno kepada Serambi mengakui seorang narapidana bernama Syafriadi yang sudah menjadi warga di LP Meulaboh kini tak berada lagi di ruang tahanan.(edi) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id