Sidang Penembakan Warga Peunaron, Begini Pengakuan Para Korban | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sidang Penembakan Warga Peunaron, Begini Pengakuan Para Korban

Sidang Penembakan Warga Peunaron, Begini Pengakuan Para Korban
Foto Sidang Penembakan Warga Peunaron, Begini Pengakuan Para Korban

URI.co.id, IDI – Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur, yang diketuai Tarmizi, Selasa (12/9/2017) menghadirkan 7 orang saksi dalam sidang ke-2 dengan agenda pemeriksaan saksi terkait kasus penembakan dua warga Peunaron, Aceh Timur, paska Pilkada 5 Maret 2017.

Persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Idi, yang dipimpin oleh Hakim Ketua Irwandi SH, dan masing-masing Hakim Anggota Arnaini SH dan Khalid SH, serta Panitera Pengganti Budi SH.

Ke-7 saksi tersebut termasuk kedua korban penembakan Juman dan Misno. Sementara 5 saksi lagi termasuk istri dan anak Juman, serta tetangga Juman yang mendengar dan mengetahui peristiwa penembakan waktu itu.

Baca: Tangan Korban Penembakan Peunaron Lumpuh

Para saksi dari pihak korban ini juga didampingi oleh penasehat hukum (PH) mereka yaitu M Jully Fuady SH.

Sedangkan, ketiga terdakwa dalam kasus penembakan ini yakni GR alias Agus, Abd alias Landak, dan Ay alias Cangguk hadir tanpa tidak didampingi PH.

Satu per satu hakim ketua menanyai identitas para saksi. Selain menanyakan masing-masing identitas saksi secara bergiliran hakim ketua juga menanyakan kepada saksi apakah para saksi kenal dan ada hubungan saudara dengan para terdakwa.

Namun, semua para saksi menjawab bahwa mereka tidak kenal dan tidak ada hubungan saudara dengan ketiga terdakwa.

Baca: Polisi Tangkap Dua Pelaku Penembakan di Peunaron

Setelah itu, para saksi dimintai keterangannya secara bergiliran. Sidang, yang dimulai pukul 15.00 WIB, berakhir pukul 17.00 WIB.

Saksi pertama yang memberi keterangan yaitu Juman, korban penembakan di lehernya.

Juman menceritakan saat itu, Sabtu malam pada 5 Maret 2017 pukul 02.30 WIB, ia dibangunkan oleh istrinya Yatinem yang memberitahukan ada kobaran api di dinding teras depan rumahnya.

“Tanpa perasaan apapun saya langsung keluar, begitu saya buka pintu ada benda tajam mengenai leher saya kemudian saya jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri lagi,” ungkap Juman, seraya mengaku tidak melihat seorangpun di luar rumah saat ia membuka pintu.

Baca: Kasus di Peunaron Harus Diungkap Secara Jelas

Juman mengaku ia tersadar setelah berada di RS Zainal Abidin Banda Aceh.

“Ketika saya sadar keluarga bilang bahwa saya kenak tembak,” ungkap Juman.

Akibat tembakan itu, ungkap Juman, ia telah menjalani perawatan 1,5 bulan di RS Zainal Abidin, dan dua kali perawatan di Malaysia.

Namun, hingga saat ini tangan kanannya belum maksimal. Dan apabila digerakkan masih sakit.

“Pengaruh dari urat saraf. Jadi tangan belum bisa digerakkan,” ungkap Juman.

Juman mengaku sebelum ia ditembak ia merasa tidak ada yang marah terhadap dirinya dan tidak ada yang mengancam.

“Kalau pastinya saya tidak tahu apa penyebab sehingga orang tembak saya. Karena seingat saya, saya tidak ada masalah,” ungkap Juman, menjawab pertanyaan hakim “setahu korban kenapa korban jadi sasaran tembak”.

Saksi kedua istri Juman, yaitu Yatinem mengatakan saat kejadian ia berada di belakang suaminya (saat suaminya membuka pintu).

Baca: BREAKING NEWS: Dua Petani di Peunaron Ditembak

“Begitu bapak terjatuh, saya baru sadar bahwa bapak terkena tembakan. Kemudian saya minta tolong kepada tetangga, kemudian datang beberapa tetangga kemudian korban langsung dibawa ke RSUD dr Zubir Mahmud,” ungkap Yatinem.

Yatinem mengaku sebelumnya keluarganya tidak pernah mendapat ancaman tembak dan maupun ancaman lainnya.

Sementara Misno, saksi sekaligus korban yang terkena tembakan di perut sebelah kiri, dalam keterangannya mengatakan ia terkejut karena mendengar suara letusan seperti ban mobil pecah saat malam kejadian itu.

Setelah mendengar jawaban terdakwa. Hakim, meminta saksi untuk meninggalkan tempat.

“Kami rasa keterangan saksi sudah cukup. Para saksi sudah bisa meninggalkan tempat,” ungkap Hakim Irwandi.

Baca: 2 Warga Peunaron Diberondong M-16

Sementara itu, JPU Tarmizi mengatakan, pihaknya akan menghadirkan kembali 6 saksi dari pihak korban.

Oleh karena itu, majelis hakim menunda sidang dan dilanjutkan kembali Selasa 19 Sepmtember 2017 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id