“Harus Sesuai Garis Perjuangan” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Harus Sesuai Garis Perjuangan”

Foto “Harus Sesuai Garis Perjuangan”

KETUA KPA Wilayah Pidie, Roni Ahmad yang akrab disapa Abu Chik Sufi membenarkan adanya pertemuan tertutup antara Abu Razak, Abu Yus, Aiyub Abbas, dan dirinya dengan Doto Zaini, Kamis (24/3) malam. Menurut Abu Chiek yang juga bakal calon bupati Pidie untuk Pilkada 2017, pertemuan tersebut tidak ada kaitannya dengan permintaan maaf ke Doto Zaini akan tetapi murni silaturahmi. “Inti pertemuan itu adalah menyampaikan harapan kepada Doto Zaini agar perjuangan dapat dikembalikan kepada dasar atau sesuai dengan peunutoh. Itu saja kok,” sebutnya.

Dikisahkannya, kedatangan dirinya dengan Abu Razak, Abu Yus, dan Aiyub Abbas tidak bersamaan. “Mereka (Abu Razak, Abu Yus, dan Aiyub Abbas) lebih duluan datang, baru belakangan datang saya,” kata Abu Chik. Tentang adanya permintaan maaf, lagi-lagi Abu Chik menegaskan, “Tidak ada itu. Kemungkinan besar ada pihak-pihak yang mempolitisir melalui pemberitaan.”

 Tak bicara politik
Aiyub Abbas, Ketua DPW-PA Pidie Jaya yang dihubungi Serambi juga memastikan pertemuan dengan Doto Zaini pada Kamis (24/3) malam murni silaturahmi.  “Ya, benar, pertemuan itu murni silaturahmi dengan beliau selaku orang tua mantan kombatan. Kalau ada yang menginformasikan kami datang meminta maaf, kemungkinan ada yang mempolitisir untuk kepentingan pilkada,” kata Aiyub Abbas yang juga Bupati Pidie Jaya.

Menurut Aiyub Abbas, secara pribadi dirinya tidak pernah melakukan kesalahan kepada Doto Zaini Abdullah sehingga tak perlu minta maaf. Kunjungan dirinya bersama teman-teman, menurut Aiyub, semata-mata silaturahmi tidak ada kaitan atau interes politik. “Gubernur Aceh, Zaini Abdullah adalah milik semua rakyat Aceh. Jadi, sangatlah wajar selaku orang yang dituakan di Aceh dikunjungi oleh rakyatnya, termasuk saya selaku bupati,” kata Ketua DPW-PA Pidie Jaya tersebut.

Ditanya soal dukungan, Aiyub Abbas menegaskan, sampai saat ini DPW-PA Pijay belum mengambil keputusan secara resmi, baik kepada Zaini Abdullah maupun Muzakkir Manaf atau Mualem. “Itu nanti dibicarakan,” katanya.(c43) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id