Satu Penculik Warga Peudada Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Satu Penculik Warga Peudada Ditangkap

  • Reporter:
  • Senin, September 11, 2017
Satu Penculik Warga Peudada Ditangkap
Foto Satu Penculik Warga Peudada Ditangkap

* Empat Lainnya Diburu

BIREUEN – Kerja keras jajaran Polres Bireuen membuahkan hasil. Seorang yang diduga ikut dalam kelompok pelaku penculikan Harmaili (30) warga Desa Bungo, Peudada Bireuen berhasil ditangkap dalam suatu penggrebekan di kawasan Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang Bireuen usai Magrib, Minggu (10/9).

“Satu orang berhasil ditangkap inisial DD alias Komeng (39), pekerjaan swasta beralamat sebagaimana di KTP Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang Bireuen,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH. Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras anggota di lapangan serta informasi dari masyarakat.

Dari pengakuan sementara, kata Kapolres, tersangka tidak ikut serta dalam aksi penculikan, tetapi berperan sebagai pengantar korban ke jembatan Titie Rumbia, Kota Juang Bireuen. “Jadi jumlah pelaku penculikan lima orang, awalnya diperkirakan empat orang,” kata Kapolres seraya mengharapkan dukungan semua pihak karena saat ini petugas sedang memburu empat pelaku lainnya.

Pengakuan tersangka, setelah diculik, korban dibawa ke salah satu gubuk kekawasan Cot Jrat, Kota Juang. Setelah adanya kesepakatan menyangkut utang piutang, korban diantar dengan sepeda motor duduk tiga ke jembatan titi rumbia.

Selain itu, menyangkut dugaan keterlibatan seorang napi, Kapolres menyebutkan,tim lapangan mendapat informasi dan melakukan penggrebekan di salah satu rumah milik RU yang statusnya masih napi Rutan Bireuen. “Saat digrebek di rumah milik RU tersebut ada DD alias Komeng langsung diamankan,” kata Kapolres.

Mengenai ada tidaknya keterlibatan RU dalam kasus tersebut, Kapolres mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Saat ini, tim lapangan fokus utama adalah mencari empat tersangka lainnya, identitas mereka sudah terbaca dan sedang dilakukan pengejaran, ujar Kapolres.

Hingga tadi malam, polisi masih mendalami motif sebenarnya dalam kasus penculikan tersebut. Namun ada dugaan terkait utang piutang yang terjadi saat korban melangsungkan perkawinan dengan istri pertamanya pada 2011 dan mereka bercerai pada 2015.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH mengatakan, korban masihdiamankan di Mapolres Bireuen untuk kepentingan penyelidikan dan pengamanan. Mertua korban dari istri pertamanya juga dimintai keterangan. Mantan mertua Harmailiadalah warga Cot Gapu, Bireuen namun identitasnya belum bisa dipublikasikan.

Menurut Kapolres Bireuen, ada dugaan kasus itu terkait utang piutang antara korban dengan mertuanya saat melangsungkan pernikahan pada 2011. “Apakah memang terkait kasus utang lama tersebut sedang kita dalami,” ujarnya.

Korban, kata Kapolres, mengakui ada utang yang masih tersangkut dan kemungkinan penculikan karena motif tersebut. Korban dilepas setelah berjanji akan melunasi utang tersebut. Jumlah utang berkisar Rp 23 juta. “Angkanya tidak besar sehingga muncul dugaan tentang adanya motif lain dalam kasus penculikan ini,” ujarnya. Seperti diberitakan, Harmaili dilaporkan diculik sekelompok pria bersenjata jenis Avtomat Kalashikova (AK), jenis senjata serbu produk Rusia, Jumat (8/9) sekira pukul 16.30 WIB.

Sepanjang perjalanan dengan mobil, mata korban dilakban. Korban kemudian diturunkan di dekat jembatan Titi Rumbia,Kota Juang, Bireuen, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (9/ 9) dini hari.(yus) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id