Dewan Aceh Besar Sidak ke Pabrik Semen Lhoknga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan Aceh Besar Sidak ke Pabrik Semen Lhoknga

Dewan Aceh Besar Sidak ke Pabrik Semen Lhoknga
Foto Dewan Aceh Besar Sidak ke Pabrik Semen Lhoknga

URI.co.id, BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Zulfikar SH melakukan sidak ke pabrik semen PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) Lhoknga, Aceh Besar, Senin (11/9/2017).

Kunjungan itu untuk mencari tahu masalah kelangkaan semen yang sedang terjadi di Aceh Besar.

Zulfikar mengatakan, semen semakin sulit ditemukan di pasar, kalau pun ada dengan harga tinggi.

“Saya penasaran kenapa dari Juli hingga Desember semen selalu langka. Masalah ini terjadi setiap tahun tanpa ada solusi,” ujarnya.

Selain itu ada informasi yang menyebut kelangkaan semen akibat mogok pekerja.

“Kami ingin tahu apa penyebab kelangkaan ini. Apa benar karena masalah internal? ” jelasnya.

(Baca: Wow! Harga Semen Andalas Hari Ini sampai Rp 85 Ribu Per Zak)

Setelah berdiskusi dengan pihak keamanan LCI beberapa menit, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar beserta stafnya dibolehkan masuk ke kantor utama LCI Aceh.

Di sana, Zulfikar disambut Stakeholder Relation Management PT LCI Aceh, Amiruddin Latief.

Zulfikar menyampaikan masalah kelangkaan dan tingginya harga semen yang dihadapi masyarakat.

Harga semen yang dulunya Rp 54 ribu per sak, kini sudah menembus Rp 60 ribu per sak.

(Baca: Suplai Semen Andalas Mulai Lancar, tapi Harga Masih Mencekik)

Menanggapi hal itu, Amiruddin Latief menjelaskan bahwa pihaknya tidak menaikkan harga semen kepada distributor.

Menurutnya, permintaan semen pada Agustus lalu sangat tinggi, sebab pada saat itu pembangunan di gampong-gampong mulai menggeliat.

“Seharusnya pembangunan sudah sejak April. Tapi kenapa pada Agustus permintaan semen membeludak? Saya tidak mengerti, ” ujarnya.

(Baca: Ini Pernyataan Resmi PT Lafarge Soal Kelangkaan dan Kenaikan Harga Semen)

Namun demikian, dia menyebut ada perbaikan mesin utama secara berkala yang dilakukan sejak 29 Juli hingga 14 Agustus lalu.

“Dalam masa pemeliharaan mesin, produksi semen turun dari 1.800 ton menjadi 1.400 ton perhari. Tapi tidak menyebabkan kelangkaan, sebab stok masih cukup untuk Aceh, ” tukasnya. (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id