Kutip Uang Proyek, 3 Aparat Gampong di Aceh Berat yang Ditangkap Tim Saber Pungli Mulai Disidang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kutip Uang Proyek, 3 Aparat Gampong di Aceh Berat yang Ditangkap Tim Saber Pungli Mulai Disidang

Kutip Uang Proyek, 3 Aparat Gampong di Aceh Berat yang Ditangkap Tim Saber Pungli Mulai Disidang
Foto Kutip Uang Proyek, 3 Aparat Gampong di Aceh Berat yang Ditangkap Tim Saber Pungli Mulai Disidang

URI.co.id, BANDA ACEH – Tiga aparat Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang tertangkap tangan oleh petugas Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Aceh Barat mulai disidangkan.

Para terdakwa diduga telah melakukan pengutipan uang pada proyek pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan di desa mereka.

Persidangan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin (11/9/2017).

Ketiga aparat desa itu adalah Alinur (47) menjabat Kepala Dusun Raja Aceh, Jumadil (45) Ketua Pemuda, dan M Jamin (58) Tuha Peuet.

(Baca: Tim Saber Pungli Tangkap Aparat Desa di Aceh Barat)

Para terdakwa didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Andi Suhanda SH. Adapun majelis hakim pada sidang itu yaitu, Eli Yurita SH MH (ketua) dan dibantu dua hakim anggota, Nurmiati SH MH dan Mardefni SH.

(Baca: Sipir Rutan Bireuen Tertangkap Tangan Jual Sabu)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Barat, Maiman Limbong SH dalam dakwaannya menjelaskan para terdakwa diduga melakukan pengutipan uang pada pengerjaan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Leuhan dan Desa Ranto Panyang di Dusun Raja Aceh, Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

(Baca: NGO HAM Aceh Sorot Saber Pungli)

“Terdakwa Alinur selaku Kepala Dusun Raja Aceh, M Jamin selaku Tuha Peuet dan Jumadil selaku Ketua Pemuda melakukan pengutipan sebesar Rp 10.000 pada setiap mobil damtruk yang bermuatan material pasir untuk proyek jembatan dengan cara menghitung setiap damtruk yang masuk ke Desa Leuhan,” katanya.

Dari hasil tangkap tangan, petugas berhasil menyita uang sebesar Rp 4,3 juta.

“Jumlah pengutipan uang sejak bulan Januari sampai April 2017 sebesar Rp 4,3 juta,” ujar JPU Maiman Limbong. Perbuatan para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id