Massa Amuk Mobil PLN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Massa Amuk Mobil PLN

Massa Amuk Mobil PLN
Foto Massa Amuk Mobil PLN

* Dipicu Sopir Tewas Kesetrum Kabel Tegangan Menengah

LHOKSUKON – Sopir Mobil Trado, Ishak M Isya (49), warga Desa Alue Jamok, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara tewas kesetrum listrik jaringan kabel tegangan menengah di jembatan Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat pada Sabtu (10/9) malam. Sedangkan kernetnya, Jamaluddin (35) warga Desa Alue Jamok, terhindar dari maut dan cuma mengalami luka akibat meloncat dari mobil, meski dia sempat juga ikut kesetrum.

Tak cuma merenggut nyawa sopir, akibat kejadian itu, ban depan sebelah kanan Mobil Trado yang membawa alat berat jenis beko tersebut juga terbakar. Tapi, beruntung percikan api yang muncul pasca kejadian berhasil dipadamkan warga yang sudah berada di lokasi kejadian.

Ternyata, hilangnya nyawa warga yang melintas di jembatan tersebut akibat terkena setrum kabel tegangan menengah bukan yang pertama kali terjadi. Warga pun merasa PLN mengabaikan kondisi kabel tegangan menengah di jembatan tersebut yang dinilai cukup rendah, sehingga berpotensi mengundang bahaya.

Tak pelak, usai terjadi kembali warga yang tewas gara-gara kesetrum jaringan kabel di jembatan itu, kumpulan massa yang ada di lokasi kejadian spontan naik tensi amarahnya. Begitu melihat mobil milik PLN jenis Toyota Avanza yang disopiri Zulkifli dan Zulmahdi melintas, massa yang mengamuk melampiaskan amarahnya dengan menggulingkan mobil tersebut, sehingga penyok dan rusak. Bahkan, massa hampir saja membakar mobil milik PLN tersebut. Beruntung, aparat keamanan yang tiba di lokasi berhasil mendinginkan suasana, sehingga mobil itu tak jadi dibakar.

Informasi yang diperoleh Serambi, kejadian itu berawal ketika Ishak yang menyopiri Mobil Trado mengangkut alat berat jenis beko dari Baktiya ke kawasan Baktiya Barat, Aceh Utara. Sesampai di jembatan Desa Singgah Mata, kabel PLN tegangan menengah itu menyentuh bodi beko sehingga mengalirkan arus listrik ke alat berat dan mobil tersebut. Akibatnya, Ishak langsung tersengat dalam mobil itu dan terpental ke dalam tanggul jembatan tersebut, sehingga korban langsung tewas di lokasi kejadian.

Sementara Jamaluddin, sang kernet sempat melompat dari dalam mobil itu ke dalam parit, walau dia juga ikut kesetrum. Beruntung, nyawa Jamal masih selamat, meski dia mengalami luka gores di tangan. Tak lama kemudian, tiba-tiba mobil Toyota Avanza milik PLN yang disopiri Zulkifli bersama Zulmahdi melintas di jembatan itu. Warga yang berkerumun langsung menghentikan mobil PLN tersebut. Melihat gelagat massa yang marah, kedua petugas PLN itu memilih kabur, dan meninggalkan mobil PLN di lokasi. Lalu, massa yang mengamuk langsung menggulingkan mobil milik BUMN tersebut.

“Setelah kita mendapat informasi kecelakaan tersebut, langsung ke lokasi kejadian. Sopir Mobil Trado yang sudah meninggal itu kemudian dibawa ke Puskesmas Sampoenit bersama dengan kernet untuk mendapat pertolongan medis,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Baktiya Barat, Iptu Musa kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan dia, usai mengamankan massa yang sempat mengamuk, aparat Polsek dan Polres Aceh Utara kemudian membalikkan kembali mobil PLN yang digulingkan dan nyaris dibakar massa tersebut. “Memang sudah dua kali kejadian di lokasi itu. Karena itu, kabel tersebut harus ditinggikan sehingga tidak jatuh korban lagi,” ucapnya.

Keuchik Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara kepada Serambi menyebutkan, kejadian kesetrum listrik di jembatan itu sudah dua kali terjadi yang menyebabkan korban meninggal.

Sebelumnya, pada 19 Agustus 2017, Mawardi (55), sopir asal Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, juga tewas kesetrum listrik saat meninggikan kabel listrik di jembatan tersebut.

“Karena itu, massa marah setelah kejadian kedua ini. Kita berharap kepada pihak PLN supaya segera meninggikan kabel tersebut karena jembatan itu sudah lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga kejadian serupa tak terjadi lagi,” ujar Keuchik. (jaf) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id