1.992 Lulusan S1 dan S2 Bertarung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

1.992 Lulusan S1 dan S2 Bertarung

1.992 Lulusan S1 dan S2 Bertarung
Foto 1.992 Lulusan S1 dan S2 Bertarung

* Memperebutkan 332 Kuota Pendamping Desa

BANDA ACEH – Sebanyak 1.992 lulusan S1 dan S2 berbagai disiplin ilmu mengikuti ujian tulis pendamping profesional desa di Unsyiah, Banda Aceh, Minggu (10/9). Mereka yang sudah lulus administrasi sesuai pengumuman, Senin (4/9), kemarin ‘bertarung’ memperebutkan 332 kuota pendamping profesional desa atau sesuai jumlah kekurangan dibutuhkan selama ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Prof Dr Ir Amhar Abubakar MSc menyampaikan hal ini kepada wartawan seusai meninjau ke lokasi ujian tulis calon pendamping profesional desa di Unsyiah, Minggu (10/9).

Menurutnya, jumlah pelamar yang mendaftar online ke Kementerian Desa (Kemendes) untuk lowongan ini mencapai 9.132 orang. Namun, 7.140 di antaranya sudah gugur karena tak lulus administrasi dan 1.992 yang lulus administrasi berhak untuk ikut ujian tulis.

“Karena jumlah pelamar cukup banyak, maka diberlakukan penilaian persyaratan administrasi berdasarkan bobot yang telah dibuat secara sistematis di komputer. Bagaimana sistem penilaian persyaratan seleksi administrasinya, tim seleksi persyaratan administrasi dari Kementerian Desa yang bisa menjelaskannya,” kata Amhar.

Amhar mengatakan tim seleksi administrasi itu ikut hadir ke Banda Aceh dan ada beberapa pelamar tak lulus administrasi sudah menanyakan alasan mereka tak lulus. Tim dari Kemendes itu pun sudah menjelaskannya. Ia menambahkan, yang ikut seleksi tersebut kali ini tak hanya lulusan S1 yang sudah berpengalaman menjadi pendamping desa, tetapi juga lulusan S2 berbagai disiplin ilmu, sehingga SDM pendamping profesional desa ke depan semakin tinggi. “Pengumuman hasil ujian tulis ini dijadwalkan, Rabu, 13 September 2017 (lusa). Bagi yang lulus, jadwal wawancaranya tanggal 14 sampai 17 September 2017,” sebut Amhar.

Terkait dipilihnya ujian tulis ini di Unsyiah, kata Amhar selain fasilitasnya memadai, juga karena tingkat independensi penilaian di perguruan tinggi lebih bagus, sehingga dapat melahirkan tenaga pendamping profesional, berpengalaman, dan berpengetahuan di bidang teknologi tepat guna. Dengan demikian diharapkan bantuan Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar per desa bisa maksimal dimanfaatkan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat, menurunkan penduduk miskin, serta pengangguran di desa. (her) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id