Pewaris Raja Ziarah Makam di Area IPAL | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pewaris Raja Ziarah Makam di Area IPAL

Pewaris Raja Ziarah Makam di Area IPAL
Foto Pewaris Raja Ziarah Makam di Area IPAL

BANDA ACEH – Sejumlah keturunan raja, sultan, dan ulee balang Aceh serta sejarawan melakukan ziarah ke titik nol Kota Banda Aceh di Gampong Jawa dan makam di kompleks proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Minggu (10/9). Kegiatan itu dihadiri politisi dan sejumlah mahasiswa Unsyiah.

Beberapa yang hadir tampak Pewaris Raja Meurehom Daya Teuku Saifullah, Pewaris Raja Mukim 26 Kutaraja Raja Meurah, Pewaris Raja Pase Teuku Raja Nasruddin, Pewaris Raja Jeumpa Teuku Safrizal, serta beberapa keturunan raja dan ulee balang lainnya. Juga hadir Sejarawan A Raman Kaoy dan Dr Husaini Ibrahim, kolektor naskah kuno Tarmizi A Hamid, serta Anggota DPR RI Nasir Djamil.

Pewaris Raja Meurehom Daya, Teuku Saifullah, menyampaikan bahwa Gampong Pande hingga area radius 5 km dari lokasi tersebut merupakan kawasan Kerajaan Islam Aceh zaman dahulu. Sehingga dengan ziarah ini mereka ingin melestarikan makam leluhur raja dan ulama Aceh.

Dia mengatakan, pembangunan IPAL sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun yang menjadi masalah, yaitu lokasi pembangunannya yang tidak sesuai karena berada di bekas berdirinya kerajaan Aceh. Bahkan dalam area tersebut banyak terdapat makam para raja, ulama, hingga bangsawan.

“Bayangkan ini kotoran manusia akan kita timbun di atas makam para indatu kita, sangat memalukan Bangsa Aceh dan Indonesia apabila hal itu dilihat bangsa melayu lainnya seperti Malaysia dan Brunei,” ujarnya.

Teuku Saifullah mengatakan, demi melestarikan situs sejarah maka proyek IPAL harus dipindahkan ke tempat lain. Karena menurutnya, kawasan Banda Aceh ini masih memiliki lahan lain yang cukup luas. Ia juga mengingatkan jika dalam pengerjaan proyek ditemui makam kuno, agar tidak dipindahkan dari lokasinya.

Sementara Perwakilan Pihak Kontraktor PT Nindya Karya, Andrian mengatakan, selaku pelaksana proyek mereka hanya menjalankan pembangunan IPAL tersebut sesuai kontrak yang sudah disepakati. Jika kebijakan menghentikan atau melanjutkan akan menjadi wewenang Kementerian PUPR dan Pemko Banda Aceh. Kontrak PT Nindya Karya di proyek itu akan berakhir Oktober 2017 .(mun) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id