Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh

Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh
Foto Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh

URI.co.id, BANDA ACEH – Tugu Nol Kilometer dibangun menjadi cikal bakal lahirnya Kota Banda Aceh yang semula bernama Kutaraja. Tugu ini berdiri menghadap ke laut lepas di antara Gampong Jawa dan Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja.

Banyak kalangan menganggap di tugu inilah Banda Aceh bermula dan lahir menjadi sebuah pemerintahan kini. Sebagai sebuah tugu pada umumnya menjadi penanda atau punya catatan sejarah penting yang sarat nilai.

(Baca: ARSIP – Gampong Pande, di Sini Kuta Raja Bermula)

Namun di Banda Aceh, Tugu Nol Kilometer yang merupakan prasasti penandaan sejarah kota tua Banda Aceh justru keberadaannya amat menyedihkan. Tugu ini sekarang telah menjadi kandang kambing warga atau tempat peristirahatan ternak.

Pemandangan yang tak elok dipandang mata ini dapat dilihat oleh siapa saja yang melintas karena posisinya berada di tepi jalan menghadap laut lepas.

“Amat menyedihkan, beginikah sebuah kota tua yang punya sejarah gemilang dan kejayaan masa lalu kita perlakukan? Ini sebuah pemandangan sangat memalukan,” kata pemerhati sejarah Tarmizi A Hamid kepada URI.co.id, saat melintasi di lokasi Tugu Nol Kilometer Banda Aceh, Minggu (10/9/2017).

Menurut Tarmizi A Hamid atau Cek Midi, demikian ia kerap sapa, Tugu Nol Kilometer sangat berarti bagi sejarah Banda Aceh, selain menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

(Baca: FOTO-FOTO: Pewaris Kerajaan Aceh Ziarahi Indatu yang Terkubur di Area Pengolahan Tinja)

Namun dengan kondisinya yang berubah menjadi kandang kambing telah menghilangkan nilai sejarahnya, bahkan menjadi sebuah aib jika dilihat para wisatawan luar.

Amatan URI.co.id, sekilas Tugu Nol Kilometer tersebut sama sekali tak terawat.

Lantainya sudah retak, tak berpagar, banyak sampah dan tidak ada sama sekali informasi tambahan selain dari yang tertera di atas prasasti.

Kambing di lokasi tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Minggu (10/9/2017).

Kambing di lokasi tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Minggu (10/9/2017). (URI.co.id/Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh)

Di atas prasati yang tingginya tidak sampai satu meter tersebut tertulis beberapa kalimat dalam Bahasa Aceh, Inggris, dan Indonesia.

Di sinoe asai muasai mula jadi Kuta Banda Aceh, tempat geupeudong keurajeuen Aceh Darussalam le Soleutan Johansyah bak uroe phon puasa Ramadhan thon 601 Hijriah.”

Atau dalam Bahasa Indonesia, “Di sini cikal bakal Kota Banda Aceh, tempat awal mula Kerajaan Aceh Darussalam didirikan oleh Sultan Johansyah pada 1 Ramadhan 601 Hijriah.” 

Pada prasasti itu juga terpahat tanggal 22 April tahun 1205 yang berarti jika dihitung, kini Banda Aceh sudah berusia 812 tahun.

Prasasti di tugu Kilometer Nol Banda Aceh

Prasasti di tugu Kilometer Nol Banda Aceh (URI.co.id/Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh)

Menurut Cek Midi, Pemerintah Kota Banda Aceh sepertinya kurang peduli dengan situs-situs bersejarah peninggalan Kerajaan Aceh masa lampau.

Padahal Kerajaan Aceh pada masa silam adalah termasuk kerajaan kelima terbesar di dunia dan menjadi pusat peradaban dunia kala itu. Aceh juga menjadi awal masuknya Islam hingga menyebar ke Nusantara.

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, di lokasi tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Minggu (10/9/2017)

Pemerhati sejarah Aceh, Tarmizi A Hamid, di lokasi tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Minggu (10/9/2017) (URI.co.id/Duh, Menyedihkan! Kambing Ini Terlelap di Atas Tugu Nol Kilometer Banda Aceh)

Namun, kata Cek Midi, semua kegemilangan sejarah itu seolah dilupakan pemerintah. Salah satu gambaran paling nyata adalah kondisi Tugu Nol Kilometer yang kini telah berubah menjadi kandang kambing.

Duh, menyedihkan! (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id