Warga Peudada Diculik, Matanya Dilakban | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Peudada Diculik, Matanya Dilakban

Warga Peudada Diculik, Matanya Dilakban
Foto Warga Peudada Diculik, Matanya Dilakban

BIREUEN – Harmaili (30), warga Desa Bungoe, Kecamatan Peudada, Bireuen yang dilaporkan diculik sekelompok pria bersenjata jenis Avtomat Kalashikova (AK), jenis senjata serbu produk Rusia, Jumat (8/9) sekira pukul 16.30 WIB, ternyata

matanya dilakban sepanjang perjalanan naik mobil. Ia kemudian diturunkan di dekat jembatan Titie Rumbia, Kota Juang, Bireuen, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (9/9) dini hari.

Begitu korban diturunkan, pengemudi mobil langsung tancap gas. Korban kemudian berupaya melepaskan lakban dari wajahnya dan mencari ojek (RBT) untuk pulang ke rumah. Sebelumnya, ia dibawa ke ruas jalan nasional dan jalan berbatu, kemudian diturunkan di dekat jembatan Titi Rumbia, Kota Juang.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH, kepada Serambi di ruang kerjanya, Sabtu (9/9) mengatakan, korban dilepas para penculik dan langsung pulang sendiri ke rumahnya dengan menumpangi ojek. Kemudian polisi menjemputnya untuk dimintai keterangan. “Korban masih dimintai keterangan dan diamankan sementara di Mapolres Bireuen,” kata Kapolres.

Menurut korban, saat kejadian ia sedang duduk di warung, tiba-tiba muncul satu minibus jenis X-Trail. Pelaku sempat melepaskan tembakan dua kali dan langsung menarik paksa korban ke dalam mobil. Sesampai di dalam mobil, mata korban dilakban pelaku, sehingga tak bisa melihat ke arah mana ia dibawa.

Jumlah penculik, menurut korban, tiga orang, satu di antaranya bertindak sebagai sopir. Korban tak sempat mengenali wajah pelaku karena begitu masuk mobil matanya langsung dilakban. “Menurut korban, ia dilepas setelah disepakati masalah utang akan diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Kapolres Bireuen.

Berdasarkan keterangan tersebut, motif penculikan itu diduga masalah utang-piutang antara korban dengan pelaku. Namun, untuk memastikan keterangan tersebut harus menunggu pelakunya tertangkap. “Keterangan sementara kemungkinan terkait utang, namun tim penyidik tetap menunggu pelaku ditangkap untuk melakukan crosscheck kebenaran informasi tersebut,” ujar Kapolres.

Merunut ke belakang dari keterangan korban, dua minggu sebelumnya ada orang yang datang ke rumah korban untuk mencarinya. Namun, saat itu Harmaili sedang tak di rumah.

Dua hari sebelum ia diculik, datang lagi dua orang ke rumahnya, namun Harmaili juga sedang tak di rumah.

Seingat korban, masalah yang ada dan sedang ia hadapi untuk diselesaikan adalah masalah utang-piutang antara dirinya dengan mantan mertua dari istri pertamanya yang sudah diceraikan dua tahun lalu.

Korban kemudian kawin lagi dengan istrinya yang sekarang, Risiyani (27), warga Ara Bungo, Peudada. Tim penyidik sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap kasus ini.

Menyangkut pelaku yang diperkirakan tiga orang dan menggunakan senjata jenis AK, Kapolres memastikan dari keterangan memang ada senjata jenis AK, tapi tidak jelas apakah AK-47 atau AK-56.

Sedangkan kendaraan yang digunakan penculik nomor polisinya ditutup sebagian. Yang terlihat hanya BK 7… NS. “Apakah nopol yang ditutup itu asli atau nopol palsu juga sedang diselidiki,” ujar Kapolres.

Rumah korban yang berada di Desa Bungo, Peudada, Bireuen, saat dikunjungai Serambi kemarin dalam keadaan kosong. Menurut tetangga korban, istrinya sudah pulang ke Samalanga, ke rumah mertuanya.

Harmaili merupakan warga Samalanga yang kawin dengan Risayani, istri keduanya dan memiliki satu anak perempuan. (yus) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id