Ungkap Kasus Janda Digorok, Polisi Siaga di TKP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ungkap Kasus Janda Digorok, Polisi Siaga di TKP

Ungkap Kasus Janda Digorok, Polisi Siaga di TKP
Foto Ungkap Kasus Janda Digorok, Polisi Siaga di TKP

LHOKSUKON – Aparat Polres Aceh Utara sudah tiga hari standby (siaga) di tempat kejadian perkara (TKP) kawasan Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Rudaimah (60), janda desa itu yang tewas digorok. Polisi mengintensifkan penyelidikan karena belum berhasil mengungkap identitas pelaku maupun motif kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, janda tersebut ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher tergorok di rumahnya pada Rabu (6/9) sekira pukul 19.30 WIB. Selain luka gorok di leher, juga terdapat sejumlah sayatan dan memar di tubuh korban. Namun, barang dan uang korban tidak hilang.

“Kita masih standby di Buket Linteung untuk mengungkap kasus tersebut, karena sampai sekarang kasus ini dalam proses penyelidikan. Sedangkan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) dari Polda Aceh juga sudah turun kemarin,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim AKP Rizki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (9/9).

Disebutkan, dalam kasus tersebut polisi sudah memeriksa secara intensif terhadap saksi dari keluarga korban dan tetangga korban, tapi belum berhasil mengidentifikasi pelaku. Karena itu, penyidik sudah memanggil sejumlah saksi lain untuk diperiksa dalam kasus tersebut. “Kalau yang kita interogasi sudah banyak di lapangan,” ungkap Kasat Reskrim.

Dia memaparkan, petugas siaga di lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti dalam kasus tersebut. Karena itu diharapkan kepada warga yang mengetahui kejadian itu dapat memberitahukan kepada polisi sehingga kasus tersebut bisa segera diungkap.”Kita berharap warga tak segan-segan memberikan informasi apapun terkait kejadian tersebut,” imbaunya.

Sementara itu, Mukhtar selaku warga Buket Linteung kepada Serambi, menyebutkan, selama ini hubungan korban dengan anaknya serta dengan tetangga dan masyarakat lain baik-baik saja. Ia hanya berjualan di depan rumahnya. “Sepengetahuan saya, tidak ada persoalan apa pun dengan dua anaknya, dan tetangga, serta warga lain, sehingga kami juga heran dengan kasus tersebut,” ungkapnya.(jaf) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id