Rangka Baja Atap SD Diganti Kayu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rangka Baja Atap SD Diganti Kayu

Rangka Baja Atap SD Diganti Kayu
Foto Rangka Baja Atap SD Diganti Kayu

* Tak Kuat Tahan Terpaan Angin

REDELONG – Atap Sekolah Dasar (SD) Karang Rejo yang diterbangkan puting beliung terbuat dari rangka baja yang diduga tidak kuat menahan terpaan angin. Direncanakan, untuk kawasan rawan puting beliung tidak akan digunakan rangka baja lagi, tetapi diganti dengan bahan alam, kayu, baik untuk kuda-kuda maupun rangka atap.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bener Meriah, Drs Rayendra, Jumat (8/9) menjelaskan konstruksi rangka baja yang digunakan untuk atap SD Karang Rejo terlepas dari bangunan. “Kami akan mengembalikan konstruksi atap dari kayu dan penutupnya seng, sehingga lebih kokoh saat diterpa angin puting beliung,” klaimnya.

Dia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak konsultasn perencanaan terkait tidak kuatnya kontruksi atap SD Karang Rejo. Dikatakan, saat perbaikan nantinya, maka kayu menjadi solusi satu-satunya untuk atap sekolah itu.

“Konsultan perencanaan akan bekerja hari ini, melihat atap bangunan sekolah diterbangkan angin, apakah karena kontrusi lemah atau rangka baja memang tidak memungkinkan untuk dipasang di zona bahaya angin puting beliung,” paparnya.

Rayendra mengatakan atap bangunan sekolah yang terlepas berada di ruang aula, sehingga proses belajar mengajr tidak terganggu, sekaligus menepis laporan sebelumnya, atap dua ruang belajar yang diterbangkan angin.

“Untuk proses belajar mengajar tidak terganggu, karena bangunan yang terkena angin puting beling berada di ruang aula. Namun, karena baru terjadi bencana, para murid serta guru belum bisa konsentrasi penuh,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Desa Karang Rejo, Muji Anto, kemarin mengatakan kerugian akibat atap SD diterbankan angin sekitar Rp 70 juta. Dia menambahkan atap yang menimpa bangunan dan dua rumah warga lainnya tidak mengalami rusak parah.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta dan ini hasil perhitungan kami terhadap kerusakan sekolah itu,” katanya. Disebutkan, dua rumah yang tertimpa atap sekolah milik Mariman dan Riswan, tetapi hanya rusak ringan. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena terjadi saat tidak ada aktivitas pendidikan, begitu juga bagi warga, tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Bener Meriah, Sayutiman SE mengatakan telah menyalurkan bantuan bagi korban puting beliung. Bantuan berupa kebutuhan massa panik dua kepala keluarga yang terkena imbas dari angin puting beling tersebut. “Kita sudah salurkan bantuan massa panik bagi korban puting beliung,” kata Sayutiman.

Dilansir sebelumnya, seluruh kampung di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah rawan terpaan badai atau puting beliung bersamaan hujan deras. Insiden terbaru terjadi di Kampung Karang Rejo pada Kamis (7/9) yang menerbangkan atap Sekolah Dasar (SD) Karang Rejo dan jatuh di atap sekolah lain serta rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Sadra BK menjelaskan Karang Rejo bersama kampung lainnya rawan bencana angin puting beliung yang disertai hujan. Dikatakan, terpaan angin seperti badai berkecepatan tinggi terjadi sekitar pukul 15.30 WIB bersamaan dengan hujan deras.(c51)

pergantian atap
* Tidak tahan terpaan angin
* Rangka baja diganti kayu
* Di area rawan puting beliung
* Terutama Kecamatan Bukit
* Kerugian sekitar Rp 70 juta (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id