Natural Aceh Riset Kelelawar di Seulawah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Natural Aceh Riset Kelelawar di Seulawah

Natural Aceh Riset Kelelawar di Seulawah
Foto Natural Aceh Riset Kelelawar di Seulawah

BANDA ACEH – Tim dari lembaga penelitian Natural Aceh melakukan riset tentang keragaman kelelawar di Gunung Seulawah, Aceh Besar sejak 1 September lalu. Tim yang diketuai Ellena Yusti MSi itu akan mendata dan mengidentifikasi seluruh jenis kelelawar di Seulawah hingga Desember 2017. Riset itu bertujuan untuk menyelamatkan berbagai spesies kelelawar dari kepunahan.

Hal itu disampaikan Ellena Yusti kepada Serambi, Kamis (7/9) di Banda Aceh. Menurutnya, ide riset itu berawal dari ditemukannya dua kelelawar raksasa (Pteropus) berukuran 2 meter di Saree dan Lamteuba, Aceh Besar pada Juli lalu. Kelelawar itu ditembak mati karena dianggap berbahaya, dan dihanyutkan ke sungai tanpa diidentifikasi.

“Selain memperkaya ilmu pengetahuan, kami harap hasil penelitian ini bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya peran kelelawar bagi kehidupan kita,” ujar Ellena, yang pernah melakukan riset serupa di Sulawesi Selatan pada tahun 2013.

Diungkapkan, kelelawar pemakan buah dan nektar berperan penting pada penyerbukan duku, rambutan, dan durian. Sedangkan kelelawar jenis sub Ordo Microchiroptera, mampu memakan ribuan nyamuk setiap jam, ngengat, dan ulat bulu yang menjadi hama pertanian. “Bahkan kotoran kelelawar sangat baik untuk dijadikan pupuk,” jelas Ellena.

Pihaknya menargetkan dapat menangkap minimal 200 kelelawar menggunakan mist net (jaring khusus). Setelah diukur, difoto, dan diidentifikasi, kelelawar tersebut akan dilabeli dan dilepas kembali ke alam. “Kelelawar yang dilepas akan dipakaikan gelang khusus di kakinya. Sedangkan 10 persen dari tangkapan akan dibedah untuk keperluan riset,” ujar dia.

Dia menambahkan, selama ini hanya Jambi dan Sumatera Barat yang aktif mengidentifikasi jenis kelelawar di Sumatera. Sedangkan Aceh terakhir kali meneliti kelelawar tahun 1992 di Gunung Leuser. “Padahal dari 231 spesies di Indonesia, 68 spesies di antaranya ditemukan di Pulau Sumatera. Seharusnya kita lebih aktif,” kata Ellena.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja menyampaikan terima kasih kepada Muspida Aceh Besar yang telah membantu riset tersebut. “Masyarakat jangan terkejut kalau melihat kelelawar bergelang hijau, karena itu tanda sudah diidentifikasi. Semoga kami bisa menemukan jenis baru nanti,” tukasnya.(fit) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id