Pria Minta Jeda, Wanita Tegar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pria Minta Jeda, Wanita Tegar

Pria Minta Jeda, Wanita Tegar
Foto Pria Minta Jeda, Wanita Tegar

* Proses Hukuman Cambuk di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe melaksanakan hukuman cambuk terhadap tiga terpidana di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Jumat (8/9) siang. Saat proses cambuk berlangsung, dua terpidana pria sempat minta jeda atau istirahat sejenak, sedangkan terpidana wanita tetap tegar menahan cambuk sebanyak 100 kali tanpa memohon istirahat.

Pantauan Serambi, usai Shalat Jumat, ratusan masyarakat sudah memenuhi halaman masjid, bahkan sebagian warga memilih menonton dari teras masjid. Setelah selesai acara seremonial, maka jaksa pun membacakan putusan Mahkamah Syariah Lhokseumawe terhadap ketiga terpidana pelanggar Qanun Syariat Islam tersebut.

Terpidana cambuk dieksekusi di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Jumat (8/9).SERAMBI/SAIFUL BAHRI

Terpidana cambuk dieksekusi di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Jumat (8/9).SERAMBI/SAIFUL BAHRI (SERAMBI/SAIFUL BAHRI)

Selanjutnya, jaksa menghadirkan terpidana cambuk pertama atas nama Muhajir (35 tahun), asal Lhokseumawe. Sesuai putusan Mahkamah Syariah, dia dihukum 100 kali cambuk dalam kasus khalwat. Sedangkan, hukuman penjara selama proses hukum berlangsung, merupakan hukuman tambahan bagi dia.

Saat algojo mulai mencambuk di hitungan sekitar 20-an, Muhajir sempat meminta berhenti sebentar lalu berjongkok. Setelah tim medis memastikan dia sehat, maka eksekusi pun dilanjutkan. Saat pukulan cambuk hendak berakhir, lagi-lagi Muhajir kembali minta jeda. Tapi tidak lama kemudian, eksekusi dilanjutkan hingga selesai 100 kali cambukan.

Lalu jaksa menghadirkan terpidana kedua, Fakhrorrazi (20), asal Aceh Utara, dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Sesuai putusan Mahkamah Syariah, dia dihukum 110 kali cambuk. Namun dikurangi tiga kali karena telah menjalani masa hukuman di penjara selama 116 hari. Sehingga dia harus dieksekusi cambuk sebanyak 107 kali. Saat proses cambuk berjalan sekitar 70-an kali, dia langsung angkat tangan untuk minta istirahat sebentar. Setelah diperiksa tim medis dan dinyatakan masih sanggup, maka eksekusi cambuk dilanjutkan hingga tuntas.

Terakhir, giliran terpidana wanita atas nama Mazidah (31), asal Sumatera Utara, dalam perkara khalwat. Dia dihukum 100 kali cambuk dan selama ini juga menjalani hukuman penjara sebagai hukuman tambahan. Saat tampil di panggung, wajah Mazidah sempat tertutup jilbab. Namun, tidak lama kemudian jilbab yang menutupi mukanya disuruh buka. Saat proses cambuk berlangsung sampai 100 kali, Mazidah tampak sangat tegar menerimanya tanpa ada keluhan atau permohonan untuk beristirahat.

Usai Cambuk, Terpidana Bebas
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Mukhlis melalui Kasi Pidum Isnawati menjelaskan, ketiga terpidana tersebut sudah menjalani hukuman kurungan badan sejak mulai ditahan pada Mei 2017. Ketiganya ditahan sejak proses hukum dari kepolisian hingga ke menjalani persidangan sampai vonis di Mahkamah Syariah. “Namun, dengan selesai menjalani hukuman cambuk, maka ketiga terpidana langsung bebas,” demikian Isnawati.(bah) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id