Melawan Ketidak-adilan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Melawan Ketidak-adilan

Melawan Ketidak-adilan
Foto Melawan Ketidak-adilan

Oleh: Jarjani Usman

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad (berjuang) melawan
dirinya dan hawa nafsunya” (HR. ad Dailami).

Kalau menelusuri kembali sejarah perjalanan hidup para nabi, akan
ditemukan perlawanan keras terhadap ketidak-adilan. Ketidak-adilan
dalam kehidupan sengaja dijalankan oleh para penguasa tiran. Antara
lain Nabi Ibrahim yang melawan ketidak-adilan Namruz, Nabi Musa
melawan ketidak-adilan Fir’aun, dan Nabi Muhammad melawan
ketidak-adilan kaum Quraisy. Dari kehidupan mereka, kita bisa melihat
diri sendiri: apakah termasuk pelaku ketidak-adilan atau orang yang
melawannya?

Bila direnungi, ketidak-adilan telah merajalela di negeri kita,
walaupun mungkin tidak sedahsyat yang dilakukan Raja Namruz atau Raja
Fir’aun. Orang-orang tertentu seperti karena banyak kekayaannya dan
tinggi pangkatnya, diistimewakan atau minta diistimewakan. Seperti
bila orang-orang kaya dan berpangkat melakukan kejahatan, misalnya,
banyak yang dibiarkan tidak dihukum. Kalaupun dihukum, sangat rendah
dan melibatkan pertimbangan dalam waktu yang lama dan berlapis-lapis.
Sedangkan kalau orang miskin berbuat jahat, begitu cepat dihukum
dengan jumlah hukuman yang banyak pula.

Di tempat kerja pun, orang-orang yang bekerja banyak, profesional dan
serius diupah sama dengan yang mengabaikan pekerjaannya. Bahkan ada
orang yang terus-menerus bernafsu agar gajinya terus ditingkatkan,
tetapi tak mau meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaannya.

Bagi kita yang sudah terbiasa berbuat tidak adil, sepatutnya segera
berjihad untuk mengubah diri atau bertaubat. Jangan biarkan sisa-sisa
perilaku Fir’aun dan Namruz bersemayam dan berkembang dalam diri kita.
Semakin lama membiarkannya, semakin menghitam hati tertutupi sehingga
tak mampu memandang kebenaran. (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id