OJK Perkenalkan Lembaga Keuangan Mikro | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

OJK Perkenalkan Lembaga Keuangan Mikro

Foto OJK Perkenalkan Lembaga Keuangan Mikro

BANDA ACEH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh mengadakan sosialisasi pengenalan, pelayanan konsumen dan lembaga keuangan mikro (LKM) serta pengenalan industri pasar modal di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kepala Perwakilan OJK Aceh Achmad Wijaya Putra dalam rilis yang diterima Serambi, Kamis (24/3) mengatakan sosialisasi tersebut untuk memberikan pengenalan dan pemahaman terhadap industri keuangan bukan hanya perbankan tapi juga industri pasar modal dan industri lainnya.

“Dari 21,8 persen masyarakat mengenal industri keuangan di Indonesia sudah cukup baik mengenal perbankan, tapi masyarakat yang mengenal pasar modal itu baru 0,03 persen, padahal sekarang banyak pasar modal dapat dimanfaatkan,” sebut Achmad.

Menurutnya, peluang investasi masyarakat sedikit menjadi pilihan pada kondisi sekarang karena masyarakat sejak kecil hanya dikenalkan perbankan, apalagi pasar modal mulai tumbuh dan diketahui keberadaannya di Aceh pada era akhir-akhir ini.

Selain itu kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi yang diikuti oleh pengusaha swasta dan perbankan diaula setdakab Aceh Barat ini, juga disampaikan tentang pentingnya otoritas yang mengawasi jasa lembaga keuangan mikro sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang LKM.

Achmad mengatakan, pihaknya mendapati beberapa lembaga keuagan semacam koperasi yang mengelola keuangan pribadi berbasis koperasi untuk modal usaha masyarakat, namun pada kenyataannya tidak ada institusi yang mengawasi.

“Apalagi sekarang ini banyak lembaga keuagan di daerah-daerah, mereka menghimpun dana tanpa ada otoritas yang mengawasi. Memang kadang mereka mengatasnamakan koperasi, tapi tidak dicatat sebagai lembaga resmi pada OJK,” tegasnya.

Tercatat 15-16 ribu lembaga keuangan berbentuk koperasi telah bertebaran di wilayah itu, karenanya OJK wajib melakukan pengawasan setelah lembaga keuangan tersebut mengajukan sebagai lembaga keuangan resmi untuk dikukuhkan. “Apabila ada konsumen yang dirugikan akibat adanya persoalan dalam managemen lembaga keuangan mikro yang tidak terdata, maka OJK tidak dapat berbuat banyak, karena itu konsumen kami harap lebih selektif,” imbaunya. (avi/rel) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id