Dialer Arahkan Beli Sepmor Kredit | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dialer Arahkan Beli Sepmor Kredit

Dialer Arahkan Beli Sepmor Kredit
Foto Dialer Arahkan Beli Sepmor Kredit

LANGSA – Penjual sepedamotor (sepmor) atau dialer cenderung mengarahkan konsumen membeli sepmor secara kredit. Jika membeli langsung secara cash, mereka kerap berkelit dengan mengatakan tidak ada stok. Perilaku mereka ini membuat sejumlah konsumen kecewa.

“Sekarang jika warga hendak membeli sepmor secara cash atau kontan, showroom berani mengatakan tidak ada stok. Padahal, sejumlah unit sepmor terlihat terpajang di showroom,” kata Amin, seorang warga yang hendak membeli sepmor baru, kepada Serambi, kemarin.

Kata Amin, beberapa saat kemudian dia sengaja menyuruh adiknya ke showroom dimaksud untuk menanyakan stok Sepmor. “Eh, saat dibilang mau beli dengan cara kredit, mereka bilang ada beberapa stok. Perilaku mereka ini tentu sangat meresahkan, karena mengiring konsumen untuk kredit. Padahal ini jelas riba dan tak sesuai syariat,” kata dia.

Keluhan yang sama dilontarkan seorang warga Gampong Matang Seulimeung, Kecamatan Langsa Barat. Kepada Serambi, Jumat (8/9), pria yang enggan ditulis namanya itu mengaku telah memesan honda scoopy sejak tiga pekan lalu, tapi hingga sekarang unit sepmor pilihannyatersebut tak kunjung tersedia. “Ketika kita mau beli kontan jenis honda scoopy, pihak salah satu showroom Honda mengatakan sedang kosong stok. Mereka menyuruh kami menunggu, tapi entah sampai kapan,” ujarnya.

Anehnya, kata dia, jika dirinya ingin sepmor dapat segera dibawa pulang, disyaratkan membeli dengan cara kredit. “Kita mau beli kontan, mereka menyuruh kita ke leasing. Kan cukup aneh. Padahal, penyedia sepmor bukan di leasing, tapi showroom. Kecuali jika kita mau kredit, barulah berurusan dengan pihak leasing,” sebutnya lagi.

Langgar Aturan
Menyikapi persoalan oknum showroom atau dialer sepedamotor yang dengan sengaja memaksa masyarakat membeli sepmor dengan sistem kredit, Ketua YARA Safaruddin SH mengatakan, tindakan yang dilakukan oknum dialer tersebut sangat merugikan masyarakat. Sehingga pemerintah dalam hal ini lembaga terkait harus mengambil tindakan pengawasan dan sanksi tegas.

Jika ini terus dibiarkan, masyarakat yang akan terus dirugikan. Pihak dialer dan leasing akan memperoleh keuntungan besar, tapi mengorbankan masyarakat. Dia berharap, aparat penegak hukum maupun lembaga lain harus mempelajari persolan ini untuk mengambil sikap hukum kepada leasing dan dealer tersebut.

“Apabila terus dibiarkan, mereka akan terus semena-mena menekan masyarakat. Seharusnya adanya dialer dan leasing membantu mesyarakat, bukan menyusahkan masyarakat. Ini juga melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen,” tuturnya.(zb) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id