Perbaiki Sistem Distribusi Elpiji | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Perbaiki Sistem Distribusi Elpiji

Perbaiki Sistem Distribusi Elpiji
Foto Perbaiki Sistem Distribusi Elpiji

* Pernyataan Anggota DPR RI

BANDA ACEH – Anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh, Fadhlullah menengarai adanya kesalahan dalam sistem pendistribusian atau penyaluran elpiji 3 kilogram di Aceh. Karenanya, Fadhlullah mendesak pihak Pertamina Aceh untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem distribusi gas yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tersebut.

Pernyataan dan permintaan itu disampaikan Fadhlullah menanggapi kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah di Aceh, seperti diberitakan Serambi kemarin. “Saya telepon pihak Pertamina pusat tadi, saya tanya apa ada pengurangan kuota ke Aceh, mereka mengaku tidak ada (kelangkaan), kuotanya seperti biasa. Makanya ini aneh,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Komisi VI tempat Fadhlullah bernaung membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional.

Pria yang akrab disapa Dek Fad ini menduga, pendistribusian elpiji 3 kg yang dilakukan Pertamina Aceh tidak tepat sasaran, sehingga terjadi kelangkaan di beberapa tempat. Sebab itu, Dek Fad meminta pihak Pertamina Aceh, untuk mengevaluasi kembali sistem distribusi dan memastikan pendistribusiannya tepat sasaran.

Kita harap Pertamina Aceh memperhatikan ini, mengatur kembali sistem pendistribusian, agar kelangkaan elpiji ini tidak terulang. Jangan sampai masyarakat yang semestinya mudah, jadi sulit mendapatkan gas bersubsidi itu,” ujar Dek Fad.

Selain meninjau sistem pendistribusian, Dek Fad juga meminta Pertamina Aceh untuk benar-benar mengawasi pendistribusian dan memastikan penyalurannya sampai pada pangkalan terakhir, sebelum diperuntukkan kepada para konsumen. Karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak yang bermain dalam pendistribusian. “Ini perlu diawasi, harus benar-benar sampai ke masyarakat. Ini penting,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, selama ini elpiji 3 kg ini tidak pernah langka dan masyarakat tidak pernah mengeluh. Maka menjadi aneh ketika tiba-tiba banyak masyarakat mengeluh karena sulit mendapatkan elpiji ini. Jika disebut karena efek dari meningkatnya permintaan hari raya Idul Adha, seharusnya kondisi tersebut sudah berlalu dan ketersediaan gas kembali normal. “Makanya saya bilang tadi, ini pasti sistem distribusinya yang salah,” sebutnya.

Dek Fad memberikan contoh sistem pendistribusian yang salah, seperti keterlambatan atau tidak tepat sasaran. Misalnya di satu tempat, kebutuhan gas tidak banyak namun didistribusi dengan jumlah besar, sebaliknya di daerah yang konsumennya banyak, didistribusi sedikit. “Ini maksud saya yang salah, maka kita mendesak Pertamina Aceh untuk membenahi. Cek agen-agennya atau pangkalan, jangan sampai juga ada yang bermain,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky menilai ada kelalaian dalam pengawasan terhadap agen dan pangkalan, sehingga terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg tersebut. Sama seperti Dek Fad, Iskandar juga meminta Pertamina untuk melakukan sidak dan pengawasan ke pangkalan dan agen.

“Pertamina juga harus tertib dan tepat waktu dalam jadwal pengangkutan gas elpiji, juga perlu mengadakan operasi pasar. Pertamina harus bertanggung jawab terhadap krisis elpiji di Aceh, jangan sampai terulangi lagi. Pelayanan Pertamina ke masyarakat miskin harus maksimal,” pungkas Iskandar. (dan) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id