Pertamina Tambah Pasokan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pertamina Tambah Pasokan

Pertamina Tambah Pasokan
Foto Pertamina Tambah Pasokan

PIHAK Pertamina Aceh akan menambah pasokan elpiji 3 kg ke seluruh Aceh pada 7-16 September. Penambahan mencapai 16,36 persen, sehingga jumlah elpiji yang disalurkan menjadi 104.170 tabung/hari, dari realisasi normal sebesar 89.521 tabung/hari. Sebelumnya, selama Idul Adha 1438 H (28 Agustus- 6 September), Pertamina juga sudah menambah pasokan elpiji 3 kg ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, dengan persentase kenaikan daripada realisasi normal sebesar 13,16 persen atau 101.298 tabung/hari.

Data tersebut disampaikan Sales Executive LPG Aceh, Yogi Indra kepada Serambi Kamis (7/9), menanggapi berita kelangkaan elpiji 3 kg seperti dilansir harian ini kemarin. Yogi mengatakan penambahan pasokan elpiji 3 kg akan dilakukan ke seluruh wilayah di Aceh.

“Penyaluran elpiji 3 kilogram ini kepada yang berhak sesuai dengan peruntukannya. Dan kami berharap pemerintah daerah juga ikut mengawasi dalam penyalurannya,” kata Yogi.

Marketing Branch Manager Pertamina Aceh, Addieb Arselan menambahkan, saat ini di Aceh ada sekitar 2.114 pangkalan. “Kami memiliki sumber daya manusia di Pertamina, Insya Allah mampu untuk mengawasi, tapi gak bisa cepat. Maka dalam hal ini dilakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Dikatakan, mekanisme pengawasan dari pangkalan ke pengecer tidak seketat yang dilakukan pihaknya ke agen. Maka diharapkan, pengawasan di tingkat kabupaten/kota dapat lebih detil lagi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal seperti ini. “Walaupun saat ini pemerintah daerah tingkat dua sangat peduli. Nanti kami duduk bersama dulu dengan pemerintah kabupaten/kota yang mungkin bisa sama-sama disampling jalur dari pangkalan ke pengecernya,” sebutnya.

Addieb menambahkan meskipun elpiji 3 kg merupakan barang subsidi, namun mekanisme pasar tetap berlaku terhadap barang tersebut. Apabila permintaan naik, maka harus diimbangi dengan suplai yang cukup.

Dikatakannya lagi, apabila ada penyelewengan dalam penyaluran gas elpiji 3 kg maka akan ditindak sesuai prosedur yaitu berupa teguran, peringatan, sanksi, hingga pemutusan hubungan usaha (PHU), pengurangan alokasi, serta pengalihan alokasi ke agen lain. “Itu tetap berjalan sampai sekarang. Ini ada contohnya, ada kendala teknis penyalurannya gak sampai ke sasaran karena ada kendala yang tidak diselesaikan secepatnya yaitu kerusakan armada, maka kita kenakan skorsing. Sebab hal itu bisa diatasi misalnya dengan menyewa mobil lain untuk dapat disalurkan elpiji tersebut ke masyarakat,” demikian Addieb Arselan. (una) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id