Aksi Begal dan Perampasan Mobil Terjadi di Subulussalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aksi Begal dan Perampasan Mobil Terjadi di Subulussalam

Aksi Begal dan Perampasan Mobil Terjadi di Subulussalam
Foto Aksi Begal dan Perampasan Mobil Terjadi di Subulussalam

* Korban Diikat dan Diancam Tembak

SUBULUSSALAM – Masyarakat Kota Subulussalam dalam dua hari terakhir ini digegerkan dua kasus begal atau perampasan sepeda motor dan mobil yang terjadi kawasan Kecamatan Sultan Daulat. Kasus terbaru, satu unit mobil Toyota Kijang Innova nopol BM 7457 MD, dirampas di Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan, tepatnya Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Rabu (6/9) malam lalu.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Sultan Daulat, AKP Dodi membenarkan adanya laporan dugaan perampasan mobil di wilayah hukumnya. AKP Dodi mengatakan, baru dua hari menjabat sebagai Kapolsek di Sultan Daulat, dia telah dihadapkan dua kasus, yakni begal motor asal Sumatera Utara dan perampasan mobil Innova.

Untuk kasus begal motor yang terjadi pada hari Selasa (5/9), kata Dodi, polisi telah meringkus semua pelakunya, beberapa jam setelah kejadian. Sementara kasus perampasan mobil, masih dalam proses penyelidikan (lidik) dan telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Menurut AKP Dodi, kasus perampasan mobil terjadi di lokasi yang sepi penduduk, yaitu di jalan nasional tepatnya di persimpangan menuju PT Mitra Sejati Sejahtera Bersama (MSSB) Desa Singgersing. “Memang ada laporan perampasan mobil, jadi dalam beberapa hari ini kasus perampasan kendaraan memang sedang menonjol di Sultan Daulat,” ujar Kapolsek AKP Dodi.

Kanitreskrim Polsek Sultan Daulat Bripka Rahadian yang menangani kasus tersebut mengatakan, lokasi kejadian sepi penduduk dan saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Korban atau sopir mobil yang dirampas bernama Juardi (33) penduduk Desa Paya Penaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Kronologis kejadian, korban dalam perjalanan dari Pekanbaru, Riau melintas di wilayah Kota Subulussalam menuju Meulaboh, Aceh Barat. Saat berada di kawasan Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, tiba-tiba sebuah mobil Avanza warna hitam menabrak dari belakang. Selanjutnya, pelaku yang mengendarai mobil avanza warna hitam turun dan berpura-pura ingin bertanggung jawab atas insiden tabrakan tersebut.

Pelaku, lanjut Bripka Rahadian, menyarankan agar mobil korban dibawa ke bengkel. Lalu korban disuruh naik mobil milik pelaku (Avanza-red). Saat hendak masuk ke dalam Avanza, dua orang rekan pelaku langsung membekap dan mengancam tembak jika korban melawan. “Korban sempat melihat nopol mobil Avanza yang dikendarai pelaku seri BK, tapi tidak hapal nomornya,” kata Rahadian.

Dalam kondisi telungkup, dengan mata ditutup kain dan mulut dilakban, korban kemudian dibawa ke arah Simpang Kiri menuju Medan. Namun sesampai di desa Danau Tras Kecamatan Simpang Kiri, koban diturunkan di jalan. “Korban mencari pertolongan ke warga sekitar,” timpal Kapolsek Dodi.

Semula, lanjut Rahadian, korban melapor ke Mapolsek Simpang Kiri lantaran dia diturunkan pelaku di wilayah itu. Namun setelah diketahui lokasi kejadian berada di Sultan Daulat, sehingga dibawa ke mapolsek setempat. Selain sopir, pemilik kendaraan yang dirampas, yaitu Yusmadi, juga telah datang ke Mapolsek Sultan Daulat. Yusmadi yang beralamat di Jalan Pahlawan Kerja, Kelurahan Maharatu, Pekanbaru Riau merupakan abang ipar Juardi (korban).

Berdasarkan keterangan korban, dia memang biasa membawa mobil milik abang iparnya dari Pekanbaru ke Meulaboh. Sebab, sang abang tidak mampu membawa kendaraan dalam jarak jauh karena faktor usia. “

Selain meminta keterangan saksi dan melakukan olah TKP, kata Rahadian, pihaknya telah menyebarkan informasi ke institusi polri di jajaran Polda Sumatera Utara dan Aceh, untuk ikut melacak keberadaan mobil yang dirampas tersebut. Adapun ciri-ciri mobil adalah, Innova nopol BM 7457 MD keluaran tahun 2007, warna abu-abu metalik gelap atau kehitaman, dengan kondisi bumper belakang sebelah kanan penyok akibat ditabrak mobil pelaku.

Bripka Rahadian meminta agar siapapun yang melihat keberadaan mobil tersebut dapat mengabarkan kepada pihak kepolisian terdekat atau ke Mapolsek Sultan Daulat. Polisi pun kini fokus mengejar mobil tersebut karena merupakan petunjuk utama.

Sekadar informasi, sejumlah kawasan di Kecamatan Sultan Daulat memang sepi penduduk, karena beberapa titik merupakan areal perkebunan kelapa sawit. Salah satu titik yang sepi penduduk berada antara Desa Namo Buaya dengan Desa Singgersing. Selain sepi, kondisi jalur di daerah tersebut juga banyak tanjakan dan turunan menikung.

Terkait aksi perampasan (begal) sepeda motor yang terjadi pada, Selasa (5/9), Kapolsek Sultan Daulat, AKP Dodi mengatakan, aksi ini dilakukan oleh enam pria yang seluruhnya telah tertangkap di dua lokasi berbeda. Para pelaku semuanya berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Berdagai, Sumatera Utara. Keenam pria ini menyaru anggota polisi dan leashing lalu merampas sepeda motor milik warga Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Diberitakan harian Prohaba kemarin, kawanan begal asal Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara ini melarikan diri ke arah Tapaktuan, Aceh Selatan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1528 ML, setelah seorang rekannya ditangkap massa. Pelaku berinisial Sam (26) ini dicegat masyarakat saat melintas membawa sepmor korban ke arah Subulussalam.

Sementara lima pelaku yang ditangkap di wilayah Aceh Selatan, masing-masing JP (40), pekerjaan wiraswasta penduduk Desa Sahmad Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, MDS (37) warga Desa Suka Mandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang, MS (37) warga Desa Marjanji Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Berdagai, GHW (21) warga Desa Bumberejo Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, serta TGT tidak memiliki dokumen, apapun termasuk KTP.

Adapun modus aksi begal ini, pelaku menyetop korban yang tengah mengendarai sepmor seraya menyaru sebagai anggota leashing. Pelaku memeriksa dokumen sepmor seraya menyatakan sepmor korban ada tunggakan kredit sehingga langsung dirampas dengan kekerasan.

Tak hanya itu korban sempat dibawa dengan mobil namun belakangan diturunkan kembali di perjalanan. Kini lima pelaku diamankan di Mapolres Aceh Selatan, lantaran mereka ditangkap di wilayah hukum kepolisian setempat. Pelaku terancam dijerat kasus pencurian dengan kekerasan. “Selanjutnya akan kita proses nanti perkembangannya akan kami sampaikan,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasatreskrim Iptu Agus Rikwayanto Diputra.(lid) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id