Ditendang, Ditembak, Hingga Terhempas Ombak, Kisah Rohingya dari Gampong Jawa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ditendang, Ditembak, Hingga Terhempas Ombak, Kisah Rohingya dari Gampong Jawa

Ditendang, Ditembak, Hingga Terhempas Ombak, Kisah Rohingya dari Gampong Jawa
Foto Ditendang, Ditembak, Hingga Terhempas Ombak, Kisah Rohingya dari Gampong Jawa

URI.co.id, BANDA ACEH – Sejumlah petani tampak sedang menggarap lahan, dalam seketika sekelompok tentara bersenjata lengkap menyerang dan menghujankan peluru membabi buta.

Mayat pun berjatuhan, suara teriakan menggema. Beberapa yang selamat berupaya melarikan diri.
Menaiki perahu nelayan, mereka berdesak-desakan.

Terombang-ambing di tengah hempasan badai dan ombak samudera, hingga akhir terdampar ke Aceh.

Baca: Kondisi Pengungsi Rohingya Memprihatinkan! Ratusan Ribu Orang Melarikan Diri dari Myanmar

“Ayo PMI bergerak cepat,” teriak Koordinator Aksi, Tuanku Muhammad melalui pengeras suara.

Itulah sekilas gambaran aksi teatrikal terhadap pembantaian etnis Rohingya, Kamis (7/9/2018) di Pantai Gampong Jawa, Kawasan Titik Nol Banda Aceh.

Teatrikal itu digelar oleh puluhan aktivis dari berbagai lembaga dan organisasi islam.

Aksi itu sebagai bentuk solidaritas aktivis Aceh terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Sebab, saat ini muslim rohingya sedang mengalami tindak kekerasan dari junta militer setempat.

Mereka tidak diakui kewarganegaraan dan diusir dari tempat tinggalnya.

Amatan URI.co.id kemarin, aksi teatrikal itu mengambil lokasi di pantai, laut, dan sungai, dengan melibatkan nelayan setempat.

Aksi yang diawali dengan orasi, teatrikal, dan diakhiri dengan pembacaan puisi itu, dikawal puluhan anggota polisi.

Teatrikal itu juga menarik perhatian sejumlah warga yang mengunjungi pantai di muara Krueng Aceh tersebut.

Dalam teatrikal yang diperankan oleh mahasiswa itu diceritakan, sekelompok warga Rohingya yang sedang bertani diserang oleh militer Myanmar. 

Beberapa orang tewas dibantai, sedangkan yang berhasil selamat langsung melarikan dengan perahu. 

Lalu diakhiri dengan adegan para pengungsi terdampar di Aceh dan ditolong oleh warga lokal.

Koordinator Aksi, Tuanku Muhammad dalam orasinya meminta pembantaian etnis Rohingya segera dihentikan. 

Serta memulihkan hak kewarganegaraan etnis Rohingya serta diberikan fasilitas kehidupan yang layak.

Selanjutnya, mereka meminta PBB, OKI, ASEAN dan lembaga internasional lainnya dapat mengambil langkah kongkret mengatasi genosida Rohingya.

Baca: Menakutkan! Teatrikal Pembantaian Muslim Rohingya, Ini Foto-fotonya

Serta menuntut pelaku kejahatan terhadap etnis Rohingya dapat dibawa ke Mahkamah Internasional.

Sementara Wirzaini Usman selaku Humas Aksi Solidarity For Rohingya menyampaikan, bahwa akses untuk jurnalis internasional harus terbuka ke Myanmar. 

Sehingga isu Rohingya harus menjadi isu internasional, agar dapat menjadi perhatian dunia. 

Aksi itu digalakkan bersama oleh KAMMI, HMI, PII, GPII, PMI, YARA,  KAPMI, PDDA, RADAR, Dema UIN Ar Raniry, Fosma Unsyiah, Gema MA, MRI, ACT, dan Pemuda Muslimin Indonesia. (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id