Pancing Wisatawan ke Danau Laut Tawar, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pancing Wisatawan ke Danau Laut Tawar, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Pancing Wisatawan ke Danau Laut Tawar, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah
Foto Pancing Wisatawan ke Danau Laut Tawar, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

URI.co.id, BANDA ACEH – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), diminta untuk membangun infrastruktur penunjang industri pariwisata di Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah.

Berbagai even budaya tingkat nasional dan internasional dapat digelar di danau tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi Urusan Infrastruktur dan Perhubungan, H Firmandez SE mengatakan, untuk mendukung pengembangan wisata seputar Danau Laut Tawar, pemerintah harus membangun infrastruktur penunjang yang sangat vital seperti jalan lingkar Danau Laut Tawar sepanjang 42 kilometer.

Baca: Berwisata ke Danau Lut Tawar, Anda Diingatkan tidak Meninggalkan Sampah

Kemudian, pembangunan drainase dan jembatan penghubung yang representatif.

“Jalan lingkar sepanjang 42 kilometer itu bukan hanya semata-mata untuk penunjang dunia pariwisata, tapi juga bisa menjadi akses transportasi warga, barang dan jasa dari tiga kecamatan di sekitar Danau Laut Tawar, yakni Kecamatan Kebayakan, Bintang dan Kecamatan Lut Tawar,” ujar H Firmandez.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini mengatakan, keindahan dan pesona Danau Laut Tawar selama ini belum digarap dengan baik.

Panoramanya yang sangat indah akan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan manca negara.

“Sejak zaman Belanda, Danau Laut Tawar sudah terkenal. Itu tempat wisata alam terindah sejak dari duhulu. Banyak nilai sejarah dan llegenda yang bisa dikembangkan menjadi wisata historis di sana, termasuk salah satunya tentang keberadaan bom aktif peninggalan Belanda di dasar danau seberat 1,5 ton di kawasan Tanyur Nanguk,” lanjut H Firmandez.

Baca: Peserta 100 Tenda Danau Lut Tawar Membludak

Firmandez mengatakan, di sekitar Danau Laut Tawar juga terdapat objek wisata alam yang sangat mendukung pengembangan wisata di sana, diantaranya keberadaan Gua Putri Pukes (Loyang Pukes), Gua Loyang Koro, serta Ceruk Mendela sebuah situs ditemukannya kerangka manusia pra-sejarah yang berusia sekitar 8.400 tahun.

“Danau Laut Tawar itu bukan hanya sebagai sumber air bagi warga, tapi juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial. Sayangnya panoramanya yang luar biasa belum dikelola dengan maksimal. Maka saya meminta
Kementerian Pariwisata untuk membangun indrastruktur di sana,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini.

Selain itu kata Firmandez, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, harus segera memikirkan langkah-langkah revitalisasi untuk menjaga kelestarian panorama danau
tersebut, apalagi belakangan ini debit air danau mulai menyusut, dan sampah organik mencemarinya.

Baca: Ribuan Warga Sesaki Danau Lut Tawar

Karenanya ia menyarankan untuk dibentuk Badan Otorita Pengelola Danau Laut Tawar, guna mengelola potensi dari danau seluas 5.742 hektar tersebut yang berada di ketinggaian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Kalau sudah ada badan otorita, nanti berbaga even nasional dan internasional bisa dilaksanakan di Danau Laut Tawar. Dengan demikian arus kunjungan wisatawan akan semakin meningkat. Sekarang yang penting infrastrukturnya dulu dibangun dengan baik,” pungkas H Firmandez, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini. (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id