Lhokseumawe Laksanakan Hukuman Cambuk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lhokseumawe Laksanakan Hukuman Cambuk

Lhokseumawe Laksanakan Hukuman Cambuk
Foto Lhokseumawe Laksanakan Hukuman Cambuk

* Siang Ini di Islamic Center

* 310 Kali untuk Tiga Terpidana

LHOKSEUMAWE – Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe pada Jumat (8/9) siang, akan melaksanakan hukum cambuk kepada tiga terpidana dengan perkara yang berbeda di halaman Masjid Agung Islamic Center. Ketiga terpidana tersebut divonis hukuman cambuk dengan jumlah total mencapai 310 kali. Pelaksanaan cambuk kali ini merupakan yang pertama kali digelar Pemko Lhokseumawe setelah ditiadakan selama 10 tahun belakangan ini.

Pelaksana Harian (Plh) Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Trisna Hayati kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, ketiga terpidana yang akan dicambuk siang nanti tersandung kasus berbeda. Dua orang terlibat dalam perkara khalwat yakni satu wanita dan satu pria, serta satu terpidana lagi dalam perkara pencabulan.

Rinciannya, sebut dia, untuk terpidana khalwat, terpidana pria atas nama Muhajir (35) asal Lhokseumawe, dan satu wanita atas nama Mazidah (31) asal Sumatera Utara. “Keduanya, masing-masing akan dicambuk sebanyak 100 kali,” sebut Trisna Hayati.

Sedangkan untuk terpidana pencabulan bernama Fakhrurrazi (20) asal Aceh Utara, terang Plh Kasatpol PP dan WH, dia akan menjalani cambuk sebanyak 110 kali. “Jadi, proses cambuk harus tuntas sesuai putusan Mahkamah Syariah. Bila terpidana pingsan saat prosesnya belum selesai, maka akan diobati dulu. Saat tim medis menyatakan sudah sehat, maka akan dilanjutkan sampai dengan selesai,” ujarnya.

Diterangkannya, Satpol PP dan WH Lhokseumawe telah mempersiapkan empat algojo yang berasal dari provinsi. Di samping itu, juga telah dilakukan pengecekan kesehatan terhadap ketiga terpidana tersebut. “Intinya, persiapan untuk pelaksanaan hukum cambuk itu sudah selesai semua,” demikian Trisna.

Sejak Qanun Syariat Islam yang isinya bisa memberlakukan hukuman cambuk di Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe hanya sekali menjalankan hukum cambuk, yakni pada 13 Februari 2006 terhadap enam pelaku maisir halaman Masjid Baiturrahman. Setelah itu, Pemko Lhokseumawe tidak pernah lagi melaksanakan eksekusi cambuk. Berdasarkan keterangan pihak Satpol PP dan WH Lhokseumawe, usai eksekusi cambuk 11 tahun lalu itu, di Lhokseumawe memang tak pernah lagi dilakukan hukum cambuk, karena lebih mengedepankan pembinaan. Makanya, bila ditemukan pelanggar Qanun Syariat Islam, lebih cenderung dibina dengan cara membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi, selanjutnya dipulangkan kepada keluarganya.

Tapi, dengan akan dilaksanakan hukum cambuk siang nanti, berarti mulai sekarang penegakan Qanun Syariat Islam diimplementasikan dengan pelaksanaan hukum cambuk, disebabkan masa pembinaan sudah cukup maksimal.(bah) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id