Perjalanan Elpiji Hingga ke Konsumen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Perjalanan Elpiji Hingga ke Konsumen

Perjalanan Elpiji Hingga ke Konsumen
Foto Perjalanan Elpiji Hingga ke Konsumen

SALES Executive LPG Aceh, Yogi Indra menjelaskan penyaluran elpiji 3 kg untuk wilayah Aceh diangkut dari Depo Elpiji Pangkalan Susu, Sumatera Utara menggunakan mobil tangki elpiji ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Aceh yaitu Langsa (elpiji 3 kg dan 12 kg), Lhokseumawe (3 kg,12 kg, 5,5 kg, dan 50 kg), Bireuen (3 kg), Pidie Jaya (3 kg), Indrapuri (3 kg, 12 kg, 5,5 kg, dan 50 kg), jalan lintas Banda Aceh- Meulaboh atau sekitar Lhoknga (12 kg), dan Meulaboh (3 kg).

Dari SPPBE disalurkan ke agen elpiji (lembaga penyalur) yang kemudian diteruskan ke pangkalan di wilayah kabupaten/kota. Tiap agen memiliki wilayah penyaluran masing-masing, biasanya wilayah penyalurannya berdasarkan kabupaten/kota.

“Satu agen untuk satu kabupaten saja, dan agen itu tidak boleh menyalurkan dua barang yaitu elpiji subsidi dan nonsubsidi. Jadi untuk elpiji 3 kg di Aceh ada 64 agen dan elpiji 12 kg ada 32 agen,” sebutnya.

Yogi menambahkan pangkalan tersebut adalah SPBU dan lembaga penyalur resmi yang elpijinya didapatkan langsung dari agen, memiliki identitas resmi, papan nama, spanduk, dan HET. Jumlah pangkalan di Aceh sekitar 2.114 dan jumlahnya juga fluktuasi. Selanjutnya dari pangkalan menyalurkan langsung ke masyarakat.

Mengenai pengawasan elpiji, dilakukan oleh yang mempunyai kemitraan langsung dengan Pertamina dalam hal ini sampai agen elpiji. Namun, Pertamina juga ikut mengawasi hingga ke pangkalan karena merupakan titik terakhir elpiji sampai ke konsumen.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur per Juni 2017, HET elpiji 3 kg Rp 18.000/tabung. Harga jual dari pangkalan ke konsumen juga Rp 18.000/tabung.

Masing-masing kabupaten/kota dapat menentukan HET-nya sendiri apabila wilayahnya jauh dari tempat pengambilan elpiji. “Di pantai barat selatan, elpiji 3 kg ini kan cuma ada di Meulaboh. Jadi wilayah lain seperti dari Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil itu kan jauh jaraknya nggak mungkin dijual Rp 18.000/tabung. Makanya masing-masing kabupaten/kota berhak menentukan HET-nya berdasarkan SK bupati yang mengacu pada SK gubernur,” jelasnya.

Ia juga menegaskan apabila ditemukan pangkalan menjual di atas HET, maka pihaknya dapat langsung memberikan sanksi seperti menghentikan operasional, teguran untuk tidak beroperasi sementara waktu, atau dicabut izinnya.(una) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id