Ranting Pohon Masih Ganggu Aliran Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ranting Pohon Masih Ganggu Aliran Listrik

Foto Ranting Pohon Masih Ganggu Aliran Listrik

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Ir Bob Saril MEng mengakui, hingga Jumat (25/3/2016) siang ranting dan cabang pohon di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar masih menjadi salah satu sumber gangguan listrik, sehingga padam beberapa saat.

Sekitar pukul 11.20 WIB, Jumat, misalnya, terjadi lagi gangguan listrik di Cot Irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Gangguan itu hanya sekitar empat menit.

“Nah, gangguan yang sesaat ini, di bawah lima menit, umumnya disebabkan ranting pohon yang menyebabkan short circuit (istilah awamnya korsleting),” kata Bob Saril menjawab aceh.Uri.co.id melalui Grup WhatsApp Kanal Listrik Aceh.

Secara teknis, cabang dan ranting pohon yang berdekatan dengan kabel telanjang pada saluran udara tegangan menengah (SUTM), sangat rentan menyebabkan aliran listrik terganggu. Sedikit saja kabel tersentuh ranting atau bahkan tak mesti tersentuh pun, tapi ranting tersebut sudah masuk ke zona clearance jaringan, maka pasti menyebabkan korslet atau hubungan arus pendek.

“Menurut ilmu medan listrik, 1.000 volt itu setara dengan 1 cm untuk pengaruh medan. Jarak amannya adalah 15 cm. Jadi, jaringan tegangan menengah 20.000 volt (20 KV) itu membutuhkan jarak aman tiga meter. Sedianya, dahan dan ranting pohon berjarak tiga meter dari jaringan bertegangan menengah, baru aman,” sebut Bob Saril.

Secara khusus Bob Saril meminta bantuan jurnalis di Aceh membantu PLN mengedukasi semua warga untuk merelakan bagian dari tanaman yang dimilikinya untuk dipangkas dan dipotong ranting/pohonnya yang dilalui aliran listrik.

Ia juga mengimbau warga dan jurnalis ikut melaporkan apabila ada pohon atau ranting yang hampir menyentuh jaringan PLN.
Bukan cara cerdas

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Ir Jalaluddin MSi mengatakan, menebang pohon bukanlah solusi yang cerdas, terlebih di jalur kabel ada ratusan pohon yang sudah besar dan sudah memberikan kontribusi terhadap keteduhan dan kesejukan kota. Bahkan di negara lain orang rela mengubah jalur jalan atau menggeser lokasi bangunan demi menyelamatkan pohon.

“Jadi, bila memang harus dipotong secara berkala, ya tinggal dikalikan saja dan berkoordinasi dengan DK3 selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan pohon tersebut. Anggaran pemangkasan tidak seberapalah dibanding dengan nilai dan manfaat pohon tersebut. Kita minta agar PLN tidak asal tebang, karena penebangan selama ini sangat tidak mengedepankan aspek penyelamatan terhadap pohon dan estetika kota,” kata Jalaluddin.

Menanggapi hal itu, Bob Saril hanya berkata singkat, “Siap, akan kita sinergikan.” (*) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id