Enam Rumah di Limpok Terbakar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Enam Rumah di Limpok Terbakar

Enam Rumah di Limpok Terbakar
Foto Enam Rumah di Limpok Terbakar

JANTHO – Enam rumah di Jalan Tgk Chik Dipasi, Lorong Abadi, Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Selasa (5/9) sekitar pukul 15.30 WIB terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik itu. Tapi, empat dari enam rumah tersebut rata dengan tanah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh, Drs Ridwan menjelaskan, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15 WIB, setelah empat mobil pemadam dari DPKP Banda Aceh dan dua armada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar dikerahkan ke lokasi.

“Untuk pemadaman, petugas harus menyambung selang sejauh 60 meter agar bisa menjangkau langsung ke lokasi. Langkah itu kita lakukan karena petugas tidak bisa masuk ke lorong tersebut,” ujar Ridwan kepada Serambi, Selasa (5/9) sore.

Yudi, petugas lapangan DPKP Banda Aceh, menambahkan pemadaman itu juga melibatkan anggota Polsek dan Koramil Darussalam, dan warga setempat, serta relawan RAPI yang membantu mengatur kelancaran aru lalu lintas. “Menurut Rizal, salah seorang pemilik rumah yang terbakar, saat itu ia melihat api pertama kali muncul dari belakang rumah Mardiana yang saat itu sedang berada di luar rumah,” jelas Yudi.

Camat Darussalam, H Baharuddin Daud yang dihubungi Serambi tadi malam, mengatakan empat dari enam rumah yang ludes terbakar adalah milik Mardiana (29), janda yang tinggal bersama seorang anaknya yang masih sekolah di SD. Sedangkan lima rumah lain masing-masing Sulaiman (70), Nasruddin (31), Fatimah (48), Sabirin (65) dan Azhar (35).

“Bantuan masa panik dari Dinas Sosial Aceh Besar seperti mi instan, beras, dencis, dan makanan lainnya serta tenda sudah tiba di lokasi. Bantuan itu diantar langsung oleh kadisnya, Pak Jafar,” ujar Camat.

Ia berharap korban kebakaran itu bisa kembali memiliki rumah. Karena itu, perhatian dari semua pihak sangat diharapkan. “Mereka orang-orang yang sangat miskin. Bukan hanya rumah, semua barang milik korban ikut terbakar,” demikian Baharuddin.

Sementara itu, kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Jam, Banda Aceh, Rabu (9/8) lalu, disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik (korslet). Hal itu disampaikan Sales Executive Retail BBM Wilayah VI PT Pertamina, Bagus Handoko, saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (5/9) pagi.

Menurutnya, Tim Labfor Cabang Medan bekerja sama dengan Tim Inafis Polda Aceh sudah turun ke lokasi kejadian beberapa waktu lalu. Hal yang sama juga sudah dilakukan Inspektorat Migas Pusat dan Internal Pertamina (Persero) Wilayah Aceh. “Ketiga tim itu menyimpulkan bahwa kebakaran di SPBU Simpang Jam murni kecelakaan. Kesimpulan sementara, kebakaran itu berasal dari hubungan arus pendek listrik pada dispenser pengisian bahan bakar minyak,” ungkap Bagus.

Ditambahkan, proses renovasi SPBU itu terus dipacu. Ia diperkirakan akan kegiatan tersebut akan selesai kurang lebih satu bulan ke depan. “Targetnya, SPBU Simpang Jam akan bisa beroperasi kembali pada pertengahan Oktober mendatang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU di kawasan Simpang Jam, Banda Aceh, Rabu (9/8) sekitar pukul 19.45 WIB terbakar. Kendati tak ada korban jiwa, namun peristiwa itu menyebabkan empat pompa pengisian minyak serta atap dan sebagian konstruksi SPBU itu hangus dilalap si jago merah.(mir) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id