Air Kolam Mata Ie Menyusut Lagi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Air Kolam Mata Ie Menyusut Lagi

Air Kolam Mata Ie Menyusut Lagi
Foto Air Kolam Mata Ie Menyusut Lagi

BANDA ACEH – Setelah terisi air dalam sebulan terakhir, kolam mata ie yang merupakan objek wisata pemandian keluarga di Aceh Besar kembali menyusut. Menurut ahli, berkurangnya volume air kolam itu diperkirakan akibat ekosistem kawasan karst tersebut rusak, sehingga tidak mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik.

Amatan Serambi, Senin (4/9), kolam yang masih dapat difungsikan hanya kolam utama, namun debit airnya berkurang hampir setengah dari volume normal. Namun demikian, pengunjung yang masuk dengan membayar tiket Rp 4.000 per orang tetap mandi di kolam utama meskipun airnya agak keruh.

Sementara kolam di dekat masjid, airnya tidak mengalir. Air yang ada tak layak untuk mandi atau mencuci pakaian. Menurut petugas loket Mata Ie, kondisi itu berlangsung sejak lima hari lalu.

Aktivis lingkungan yang juga ahli speleologi (ilmu tentang gua) Aceh, Abdillah Imron Nasution, kemarin, mengatakan, menyusutnya air kolam itu membuktikan bahwa Mata Ie sudah berubah dari mata air yang mengalir sepanjang tahun (perenial) ke mata air periodik atau intermitten, yaitu mata air yang tergantung hujan dan musim.

“Kejadian ini sudah diperkirakan sejak awal. Sebab, kerusakan ekosistem di Mata Ie menyebabkan fungsi penyerapan dan penyimpanan air terganggu,” ujar Abdillah serya menyebutkan air hujan tak mampu disimpan batuan gamping yang ada di gunung Mata Ie.

Bahkan, tambah Abdillah, jika saat hujan lebat nanti air yang keluar dari Mata Ie berlumpur, maka kawasan tersebut bisa dikatakan rusak total. “Kita berharap hal itu tidak terjadi. Makanya pemerintah perlu segera membuat water catchment area (area tangkapan air) alami hingga penetapan cagar geologi Mata Ie,” jelasnya.

Ditanya nasib wahana pemandian Mata Ie, Abdillah Imron Nasution mengaku ragu soal kelangsungan tempat tersebut. Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan kembali kelayakan objek wisata itu sebagai kolam pemandian keluarga di masa mendatang.

“Kalau memang dianggap penting untuk tempat pemandian, mungkin bisa dibuat kolam dengan area dan kedalaman yang lebih kecil,” ujarnya. Sebab, lanjut Abdillah, status Mata Ie yang sudah menjadi mata air yang tergantung pada musim membuat pemanfaatan air sebagai kolam pemandian bukan prioritas lagi.

Ia mencontohkan, kolam dekat masjid dengan kolam utama dekat water treatment plant (WTP) memiliki bentuk dan volume yang berbeda. Karena itu, menurutnya, perlu dimodifikasi agar kolam menjadi proporsional sesuai air yang dihasilkan. “Bagaimana agar kolam tetap bisa dijadikan tempat pemandian atau latihan. Ini yang harus dipikir bersama,” tukasnya.(fit) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id