Otoritas MRB Harus Serius Sikapi Pedagang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Otoritas MRB Harus Serius Sikapi Pedagang

Otoritas MRB Harus Serius Sikapi Pedagang
Foto Otoritas MRB Harus Serius Sikapi Pedagang

Pihak yang bertanggung jawab (otoritas) terhadap pengelolaan manajemen Mesjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh diharapkan harus benar-benar serius dalam menangani para pedagang kaki lima yang berjualan di halaman mesjid tersebut. Sebab, bila masalah ini tidak ditangani sedini mungkin, bukan mustahil suatu saat akan menjadi masalah besar.

Kemunculan para pedagang di halaman Masjid Raya bukan saja merusak pemandangan, tetapi sekaligus pula mengganggu kenyamanan warga yang berkunjung ke masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu. Misalnya saja, warga bisa menikmati keindaham karena di halaman masjid sudah disesaki para pedagang musiman itu.

Untuk itu, kita mengingatkan kepada pihak otoritas Masjid Raya agar mengambil langkah cepat dan tepat untuk menangani para pedagang, terutama sebelum mereka (pedagang) berpikiran bahwa halaman Masjid Raya boleh dijadikan lokasi berjualan permanen.

Sebab, kalau masyarakat sudah “keenakan” berjualan di lokasi itu tentu saja akan susah untuk memindahkannya di kemudian hari. Bahkan, bukan tidak mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, akan terjadi bentrok fisik yang bisa saja berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Seperti diberitakan harian ini kemarin, sejumlah pedagang kaki lima, Minggu (3/9), kembali berjualan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, tepatnya di bawah payung elektrik. Meski sudah ada pamflet larangan berjualan, tetapi para pedagang tersebut tetap saja tidak mau mematuhinya.

Banyaknya pengunjung ternyata dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima dan pedagang asongan untuk menjajakan dagangannya di halaman masjid tersebut, terutama di bawah payung elektrik yang menjadi lokasi berkumpulnya pengunjung. Rata-rata pedagang tersebut menjual mulai dari aksesoris handphone, mainan anak-anak, jasa membuat inai, hingga makanan.

Petugas Sekretariat Masjid Raya Baiturrahman, Tgk Hamdan mengatakan, sudah ada petugas yang mengawasi supaya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di perkarangan masjid dan pengunjung tidak membuang sampah di lantai. Namun, katanya, karena jumlah petugas tidak sebanding dengan pedagang dan pengunjung, sehingga upaya penertiban yang dilakukan pihaknya belum maksimal.

“Petugas kita sudah mengawasi agar pedagang tidak masuk ke area payung Masjid Raya. Tapi, saat petugas shalat mereka langsung masuk. Karena jumlah petugas sangat terbatas, kita harap kesadaran pedagang agar tidak berjualan di kompleks Masjid Raya,” pintanya.

Sekali lagi, kita berharap kekurangan petugas hendaknya tidak menjadi alasan bagi otoritas masjid. Sebab, jumlah petugas hanya persoalan teknis yang tentunya tidak terlalu sulit untuk mencari jalan keluarnya.Nah? (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id