Dewan Dakwah Aceh: Bubarkan Saja PBB, Jika tak Adil Kepada Rohingya   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan Dakwah Aceh: Bubarkan Saja PBB, Jika tak Adil Kepada Rohingya  

Dewan Dakwah Aceh: Bubarkan Saja PBB, Jika tak Adil Kepada Rohingya   
Foto Dewan Dakwah Aceh: Bubarkan Saja PBB, Jika tak Adil Kepada Rohingya  

URI.co.id, BANDA ACEH – Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berlaku adil terhadap Islam dan muslimin di seluruh dunia. Termasuk kepada muslim Rohingya di Myanmar. 

PBB juga diminta memberikan hukuman kepada para pemimpin Myanmar dan negara Myanmar serta pemuka-pemuka agama Budha atas kekejamannya terhadap muslim Rohingya di Rakhine.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MA MCL, Senin (4/9/2017) dalam pernyataan sikap terkait kondisi terkini yang menimpa muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Menurutnya, The General Declaration of Human Rights atau Deklarasi Umum Hak-hak Azasi manusia (DUHAM) yang disahkan PBB tahun 1948, telah menjadi pegangan hidup dan kehidupan umat manusia seluruh dunia. Oleh karena itu, siapa yang melanggar ketentuan ini sepatutnya dihukum berat.

Ia menyebutkan, kandungan DUHAM tersebut diantaranya setiap orang berhak atas kehidupan, kemerdekaan dan keamanan pribadi (termuat dalam Pasal 3) dan tidak seorangpun boleh disiksa atau diperlakukan atau dihukum secara keji, tidak manusiawi atau merendahkan martabat (Pasal 5),  tidak seorangpun yang dapat ditangkap, ditahan atau diasingkan secara sewenang-wenang (Pasal 9).

Kemudian setiap orang berhak untuk bebas bergerak dan bertempat tinggal dalam batas-batas setiap negara dan setiap orang berhak untuk meninggalkan negaranya termasuk negaranya sendiri, dan kembali ke negaranya (Pasal 13).

“Oleh karena itu PBB harus menegakkan poin demi poin dari pasal-pasal yang telah ditandatanganinya dalam DUHAM tersebut,”ujarnya.

Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Ar Raniry ini menambahkan dikarenakan cukup besar kesalahan Myanmar yang membantai muslim Rohingya, ia meminta PBB segera menyeret Myanmar ke mahkamah internasional untuk diadili atas kesalahan pelanggaran HAM berat terhadap muslim Rohingya.

Selama ini menurutnya, PBB selalu bertindak tidak adil terhadap Islam dan umat Islam di seluruh dunia.

Ia mencontohkan kasus Palestina, kasus Tolikara tahun 2015 di Indonesia, kasus muslim Rohingya selalu luput dari pengawasan PBB.

“Kalau sikap PBB terus berlaku tak adil dan mengenyampingkan HAM dalam bertindak maka dibubarkan saja di dunia ini biar umat Islam mencari keadilan pada zat yang Maha Adil. Kehadiran PBB juga sering memojok Islam dan umatnya,” ketus Tgk Hasanuddin.

Tgk Hasanuddin menyebutkan Islam punya solusi hidup sendiri yang diatur dalam syari’ah yang dapat memberikan keamanan dan keadilan terhadap nonmuslim sedunia.

Jika kehadiran PBB sebagai lembaga resmi dunia maka Islam dan umat Islam tidak akan pernah mendapatkan keadilan dan keamanan dalam kehidupan di negara mereka sendiri.  (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id