Direktur Azizi Medan DPO Kepolisian Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Direktur Azizi Medan DPO Kepolisian Aceh

Direktur Azizi Medan DPO Kepolisian Aceh
Foto Direktur Azizi Medan DPO Kepolisian Aceh

MEULABOH – Polres Aceh Barat menetapkan Hj Nasla Lubis, Direktur PT Azizi Kencana Wisata Tour dan Travel di Medan sebagai tersangka dugaan penipuan 164 calon jamaah umrah melalui Azizi Perwakilan Meulaboh. Sebelumnya, Polres Pidie juga menetapkan Nasla Lubis sebagai tersangka kasus yang sama. Selain berstatus tersangka, pihak kepolisian di Aceh juga memasukkan Nasla Lubis dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penetapan status tersangka terhadap Nasla Lubis oleh Polres Aceh Barat setelah dilakukan pengembangan kasus tersebut. Sedangkan Hj Cut Mega Putri (49) selaku Pimpinan Azizi Tour dan Travel Hajj serta Umrah Perwakilan Meulaboh sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka namun yang bersangkutan sedang membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri dalam posisinya sebagai korban penipuan oleh PT Azizi Kencana Wisata Tour dan Travel Medan.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi kepada Serambi, Minggu kemarin mengatakan penetapan tersangka Hj Nasla Lubis setelah kasus dugaan penipuan menimpa 164 calon jamaah umrah dikembangkan. “Ternyata uang yang disetor oleh calon jamaah kepada tersangka Cut Mega Putri itu disetor lagi kepada Hj Nasla Lubis yang merupakan pimpinan Azizi di Medan,” katanya.

Dalam kasus ini tersangka Cut Mega Putri dan Hj Nasla Lubis melakukan kerja sama. Cut Mega mendapat fee dari setiap calon jamaah setelah uang disetor kepada pihak Azizi Medan.

Penetapan tersangka Nasla Lubis setelah kasus ini digelar perkara di Polda Aceh pekan lalu dan ditingkatkan ke penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat mengatakan untuk tersangka Hj Nasla Lubis sudah pernah dilayangkan pemanggilan guna dimintai keterangan namun sudah dua kali dipanggil tidak ada tanggapan. “Anggota kita sudah kita utus ke Medan. Ternyata kantor mereka (Azizi) di Medan sudah tutup,” katanya.

Ia mengatakan tersangka Nasla Lubis kini sudah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Pasalnya setelah dilakukan pelacakan dan koordinasi sejumlah pihak informasi menjelaskan bahwa tersangka Nasla Lubis sudah melarikan diri ke luar negeri.

Untuk memburu tersangka Nasla Lubis dilakukan koordinasi antara Polres Aceh Barat dengan Polda Aceh serta Polda Sumatera Utara. Informasi tersebut juga disampaikan ke Mabes Polri.

Seperti diberitakan, sebanyak 37 calon jamaah umrah dari Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya melapor ke Polres Aceh Barat terkait tidak jelasnya keberangkatan ke Tanah Suci. Sepanjang 2015 dan 2016, mereka sudah berulang kali ditunda keberangkatan oleh pihak Azizi Tour di Meulaboh, padahal mereka sudah menyetor uang berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta/orang kepada pihak Azizi Tour di Meulaboh.

Polres Pidie juga memasukkan Nasla Lubis dalam DPO kasus penipuan terhadap 197 calon jamaah umrah asal Pidie dengan jumlah dana mencapai Rp 2,78 miliar.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Samsul SH kepada Serambi, Rabu (30/8) mengatakan, dalam kasus tersebut calon jamaah asal Pidie telah menyetor uang kepada Azizi Tour dan Travel mencapai Rp 2.782.000.000 atau sekitar Rp 16 juta per jamaah.

Menurut AKP Samsul, uang calon jamaah umrah disetor melalui H Mutawally bin Ahmad (69), warga Gampong Reusep Bambong, Kecamatan Delima. “H Mutawally juga korban karena yang bersangkutan mengaku telah menyetor uang Rp 16 juta ke Azizi Tour dan Travel untuk melaksanakan umrah,” ungkap Samsul.(riz) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id