Selamatkan Bangsa Rohingya! | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selamatkan Bangsa Rohingya!

Selamatkan Bangsa Rohingya!
Foto Selamatkan Bangsa Rohingya!

Tanggal 25 Agustus yang lalu menjadi awal yang kelam dari rentetan kekerasan yang terjadi selama ini kepada muslim Rohingya. Militer Myanmar membabi buta menyerang membumi hanguskan perkampungan muslim di Arakan, ribuan warga eksodus ke perbatasan berharap negara tetangga mau menerima mereka.

Serangan militer ke kampung-kampung muslim di Rohingya ini merupakan tindakan paling mematikan dalam beberapa dasawarsa. Rohingya terus berduka, menjerit kepada dunia, namun tangisan mereka terabaikan dan korban pun terus berjatuhan.

Badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHCR mencatat lebih dari 2.600 rumah dibakar di wilayah Rohingya, baratlaut Myanmar. Sekitar 58.600 Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, sebagian lagi mencari peruntungan nasib terombang-ambing di lautan lepas berharap mendarat di negeri harapan.

Militer Myanmar semakin tuli, dukungan dari para biksu Budha radikalis memuluskan militer menghabisi muslim Rohingya tanpa perlawanan berimbang. Aung San Suu Kyi, bisu! ia sama sekali tidak bersuara untuk nasib sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya. Padahal penganiayaan dan proses pemusnahan muslim Rohingya sudah berlangsung sejak 75 tahun lamanya.

Suu Kyi bahkan menyebut, serangan ini sebagai sebuah balasan dari serangan tentara pembebas kaum Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Tentara Pembebasan Arakan. Pasukan ARSA lahir sebagai gerakan perlawanan atas semena-menanya militer Myanmar kepada minoritas Rohingya. Perlawanan ini sebagaimana digelorakan tentara ARSA akan terus dikobarkan jika pemerintah Burma tidak menyudahi kekerasan terhadap warga Rohingya.

Duka Rohingya menjadi perhatian dunia, terutama di negeri-negeri Islam. Berbagai kecamatan, kutukan, dan aksi lainnya tertuju kepada Myanmar. Aksi kepedulian terhadap Rohingya terus meningkat seiring kekerasan yang juga meningkat di kawasan Rakhine, tapi negara yang dipimpin peraih nobel perdamain itu, semakin beringas dengan dalih pembelaan terhadap kedaulatan Myanmar, mereka terus melakukan serangan mematikan kepada warga sipil Rohingya.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali menyebutkan ini sebagai sebuah tindakan biadab tentara Myanmar yang dibantu para biksu radikalis Budha di negara itu. Lem Faisal, sapaan akrab Tgk Faisal Ali, menegaskan jika tidak segera disudahi bisa berbuntut kepada lahirnya perlawanan dan aksi radikalis yang akan mengancam harmoni kerukunan umat beragama di tanah air.

Untuk itu, ia mendorong Pemerintah segera melakukan tindakan nyata dalam konflik yang merugikan muslim di Arakan. Ia bahkan secara tegas meminta Pemerintah mengusir Dubes Myanmar di Jakarta. Ini dinilai sebagai salah satu tindakan bahwa Indonesia juga berperan menekan Myanmar untuk menyudahi melakukan pembantaian muslim Rohingya.

Sudah terlalu banyak kutukan untuk Myanmar tetapi aksi kekerasan tidak mereda, mereka sudah tuli. Mari suarakan kembali kutukan kepada Myanmar. Kita sudah banyak menolong dan berbuat untuk muslim Rohingya saat mereka berlabuh di laut Aceh, jangan putus asa mari kembali sempurnakan pertolongan ini bagi saudara kita. Selamatkan Rohingya! (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id