Bu Bidan Dihabisi dengan Pisau dan Parang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bu Bidan Dihabisi dengan Pisau dan Parang

Bu Bidan Dihabisi dengan Pisau dan Parang
Foto Bu Bidan Dihabisi dengan Pisau dan Parang

SIGLI – Polisi mengamankan barang bukti baru terkait kasus pembunuhan Nursiah binti Ibrahim (43) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri, Hamdani (35). Barang bukti tersebut berupa sebilah parang yang ditemukan di belakang rumah orang tua tersangka di Gampong Beulangong Basah, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Dengan barang bukti tersebut semakin menguatkan dugaan kalau korban dihabisi secara sangat sadis bukan hanya dengan pisau yang sudah lebih duluan diamankan tetapi juga dibacok dengan menggunakan parang.

“Parang itu kita temukan di dekat kandang kambing di belakang rumah ayah kandung tersangka. Benda tersebut diduga digunakan tersangka saat menghabisi korban secara sadis,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul kepada Serambi, Sabtu (2/9).

Penemuan sebilah parang, kata Syamsul, merupakan bukti baru bagi polisi dalam mengungkapkan kasus pembunuhan tersebut, sekaligus membuktikan jika Nursiah juga dibacok. Pembacokan itu dilakukan tersangka di kamar rumah makcik tersangka.

Menurutnya, sebelum Nursiah dibacok, terlebih dahulu terjadi cekcok antara korban dengan Hamdani di rumah Rusli (ayah tersangka yang juga mertua korban). Cekcok itu berujung penusukan yang dilakukan tersangka terhadap Nursiah.

Dalam kondisi terluka dan berdarah-darah, Nursiah berlari untuk menyelamatkan diri ke rumah makcik tersangka di sebelah rumah Rusli. Sambil berlari, Nuriah berusaha minta tolong dan berhasil masuk ke kamar rumah makcik tersangka dengan mengunci pintu dari dalam.

“Tersangka yang marahnya telah mendidih mendobrak pintu kamar makciknya beberapa kali. Sehingga pintu kamar dari papan tersebut hancur didobrak tersangka. Di dalam kamar tersebut tersangka membacok korban berulang kali hingga tewas,” kata AKP Syamsul.

Ia menyebutkan, usai tersangka menghabisi Nursiah, tersangka masuk ke kamar mandi (sumur) di dalam rumah orang tuanya. Di sumur tersebut, tersangka membersihkan darah yang melekat di tangan, kaki, dan tubuh. Tak hanya itu, tersangka mencuci parang yang kemudian dibuang ke belakang rumah ayahnya.

Tersangka yang memakai celana jeans biru laut menanggalkan celananya itu akibat banyak ceceran darah yang melekat di celana. Celana itu diletakkan di lantai sumur. Kemudian tersangka memakai celana lain dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Celana jeans milik tersangka dan pintu kamar rumah makcik tersangka yang rusak kita amankan sebagai barang-bukti. Kita juga mengamankan sebilah pisau dan sebilah parang diduga digunakan tersangka dalam melakukan aksinya. Kita masih memburu tersangka,” kata Syamsul.

Ia menambahkan, Rusli, ayah kandung Hamdani sempat diperiksa polisi. Sebab, saat tragedi berdarah itu terjadi, Rusli bertugas menjemput tiga anak kandung Nursiah dari Bireuen menggunakan Avanza milik Nursiah. Rusli diperiksa polisi masih sebagai saksi.

“Rusli tidak kita tahan karena yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui kasus Hamdani dengan istrinya,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Syamsul, menjelaskan, hingga kini tiga anak kandung Nursiah tinggal bersama saudara mamaknya di Gampong Mesjid Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Mereka adalah Iga Dara Fonna (16), Irhas (12), dan Birul Walidaini (7). Di gampong tersebut keluarga mamaknya melaksanakan kenduri.

“Tiga anak korban itu tetap dalam pengawasan polisi. Polsek Meureudu terus memantau rumah tempat tinggal ketiga anak korban,” kata Syamsul.

Semasa hidupnya Nursiah tinggal bersama tiga buah hatinya dan Hamdani (ayah tiri anaknya) di rumah peninggalan suami pertama Korban yang telah meninggal dunia di Gampong Cot Krang, Kecamatan Glumpang Dua, Bireuen.

“Kita belum mengetahui apakah nanti ketiga anak korban tetap tinggal di Pidie Jaya atau pulang ke Bireuen. Untuk sementara ini ketiga anak korban tetap dalam penjagaan dan pengawalan kita karena tersangka pembunuh ibu mereka belum tertangkap,” demikian AKP Syamsul.(naz) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id