Pengurus PNA tak Setuju Tiyong Mundur | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengurus PNA tak Setuju Tiyong Mundur

Pengurus PNA tak Setuju Tiyong Mundur
Foto Pengurus PNA tak Setuju Tiyong Mundur

* Dari Jabatan Ketua Harian Partai

BANDA ACEH – Sejumlah pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA) tidak menyetujui rencana pengunduran diri Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong dari jabatan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Tiyong secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya melalui selembar surat yang dikirimnya kepada Ketua Umum PNA, Drh Irwandi Yusuf MSc, Rabu (30/8). Tiyong menjabat Ketua Harian PNA sejak Juni 2017.

“Memang itu hak prerogatifnya ketua umum. Tapi sejumlah pengurus harian yang sudah berkomunikasi dengan saya, tidak setuju Tiyong mundur dari jabatannya. Ada yang menyampaikan dengan telepon ada juga yang berjumpa langsung di lapangan,” ungkap Sekretatis PNA, Miswar Fuady, yang diwawancarai Serambi, Sabtu (2/9).

Selaku sekretaris partai, Miswar juga mengaku belum berkomunikasi dengan Irwandi Yusuf selaku pimpinan tertinggi. Ia berencana akan membicarakan hal itu setelah Idul Adha. “Kemarin waktu open house kan tidak mungkin kita bicarakan persoalan tersebut. Jadi kita berencana akan jumpa langsung ketua nanti untuk membicarakan hal ini, kita sedang menunggu waktu ketua,” ujarnya.

Begitupun, Miswar melanjutkan, Irwandi Yusuf sudah menerima surat dari Tiyong dan sudah mengetahui tentang keinginan anggota DPRA itu untuk mundur dari jabatannya. Menurut dia, Irwandi juga sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengurus terkait persoalan tersebut.

“Tentunya ketua juga sudah meminta pendapat para pengurus harian yang lain, tapi karena ini kondisi lebaran, jadi kita belum membahasnya secara duduk bersama,” ucap Miswar.

Terkait alasan pengunduran diri Tiyong karena masih menjabat sebagai Ketua DPW PNA Bireuen, Miswar mengatakan, itu bukan alasan kongkret. Sebab saat Tiyong ditunjuk sebagai ketua harian oleh tim formatur, juga sedang menjabat sebagai ketua DPW PNA Bireuen.

“Saya rasa itu bukan alasan utama, makanya kita akan duduk dulu termasuk mencari tahu alasan yang lainnya. Dulu waktu ditunjuk, dia (Tiyong) kan juga menjabat ketua harian, tapi tidak ada masalah saat itu. Yang jelas, para pengurus dan tim tidak sepakat Tiyong mundur dari jabatan itu, ia diminta tetap sebagai ketua harian,” pungkas Miswar Fuady.

Seperti diketahui, Tiyong dalam surat pengunduran dirinya menyatakan mundur dengan alasan saat ini dia masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Kabupaten Bireuen. Surat yang ditanda tangani Tiyong di atas materai itu juga ditembuskan ke Ketua MTP dan Ketua Mahkamah Partai PNA.

Sementara itu, Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong, yang dikonfirmasi Serambi tadi  malam, mengaku belum mengetahui sejauh mana sudah proses surat yang ia kirim ke Ketua Umum PNA itu.

Ditanya apakah ia berkomunikasi dengan Irwandi Yusuf terkait persoalan itu, Tiyong mengaku juga tidak berkomunikasi dengan siapapun, termasuk Irwandi Yusuf selaku ketua.

“Hana loen tepue lom, hana geu tanggapi sapeu, man panena geujak tanggapi. Takalon entek dalam rapat, entek kon pasti dipeuget rapat soalnyan. (Belum tahu saya, tidak ditanggapi, mana mungkin ditanggapi. Kita lihat dalam rapat saja nanti, kan pasti dibuat rapat, bahas soal itu),” kata Tiyong.

Kepada Serambi, Tiyong juga belum mau berkomentar terlalu banyak terkait rencana pengunduran dirinya itu. Ia masih beralasan yang sama, yaitu merangkap jabatan sebagai Ketua DPW PNA Bireuen.

“Ya kita tidak mampu bekerja, ngapain kita paksa, mending orang lain saja. Karena merangkap jabatan, dan ada hal lain yang tidak bisa disebutkan dulu,” pungkas Tiyong.(dan) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id