Warga Pulau Bunta Diminta Pulang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Pulau Bunta Diminta Pulang

Warga Pulau Bunta Diminta Pulang
Foto Warga Pulau Bunta Diminta Pulang

BANDA ACEH – Sekitar 36 Kepala Keluarga (KK) atau 102 jiwa asal Pulau Bunta, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar diminta untuk segera kembali pulang. Pulau yang telah ditinggalkan oleh penduduknya seusai tsunami 26 Desember 2004 mulai dibenahi kembali, termasuk pembersihan lahan untuk pemukiman penduduk.

T Iskandar, Camat Peukan Bada, Sabtu (2/9) menjelaskan berbagai fasilitas pendukung untuk Desa Pulau Bunta telah mulai dibangun, seperti jalan, listrik bertenaga sinar matahari, sumber air bersih dan empung penampung air hujan di puncak bukit. Dia mengatakan 10 unit rumah sedang direhab agar bisa segera ditempati oleh pemiliknya.

Pulau Bunta dengan daratan dikelilingi pantai berkarang dan air sejernih cermin.menyimpan sejuta pesona. Dari pulau ini, dapat terlihat Pulau Bate dan Pulau Breueh atau juga disebut Pulau Aceh yang terletak di gugusan Samudera Hindia.

Iskandar mengatakan saat ini, Pulau Bunta hanya dihuni 2 KK, sedangkan lainnya bermukim di seputaran Kecamatan Peukan Bada, termasuk perangkat desanya, mulai dari keuchik, sekretaris, bendahara dan lainnya.

Dia menambahkan luas area Pulau Bunta sekitar 185 hektare dan 20 hektare di antaranya telah dibersihkan dari semak belukar. Disebutkan, harus ada penggerak awal untuk memajukan pulau di ujung Sumatera ini, seperti mengirim 5 kepala keluarga yang mampu mengolah pertanian dan juga hasil laut sebagai nelayan.

“Di pulau ini, warga bisa menjadi petani dan sekaligus nelayan, apalagi boat bantuan juga ada,” tambahnya. Iskandar menyatakan mess kecamatan juga sudah dibangun, sehingga warga yang berkunjung dapat menginap di tempat tersebut.

Sedangkan dua rumah yang berpenghuni, lebih memfokuskan mencari udang lobster. Disebutkan, untuk penyeberangan dari Ulee Lheue ke Pulau Bunta, sudah ada boat desa, sehingga warga dapat memanfaatkannya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan rencana pembangunan dermaga di Lhok Mata Ie pada 2015, tetapi gagal, karena Pemkab Aceh Besar tidak bersedia mengeluarkan dana pendamping.

“Menteri Kelautan dan Perikanan sudah memplotkan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan dermaga menuju Pulau Bunta, tetapi gagal, karena Pemkab Aceh Besar menolak menyediakan dana pendamping Rp 600 juta,” katanya.

Dia berharap, pembangunan dermaga dapat diusulkan kembali, sehingga akses masyarakat dari Ujung Pancu ke Pulau Bunta hanya 15 menit, sedangkan saat ini hampir mencapai 1 jam. “Jika dermaga dibangun, maka mobilitas warga Pulau Bunta makin mudah, sehingga warga yang selama ini bermukim di Peukan Bada bersedia kembali ke tempat asalnya,” katanya.(muh) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id