Ini 8 Fakta PLTD Apung, Kapal Berbobot 2,6 Ton Dihempas Tsunami 2004, Nomor 4 Sangat Mengejutkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ini 8 Fakta PLTD Apung, Kapal Berbobot 2,6 Ton Dihempas Tsunami 2004, Nomor 4 Sangat Mengejutkan

Ini 8 Fakta PLTD Apung, Kapal Berbobot 2,6 Ton Dihempas Tsunami 2004, Nomor 4 Sangat Mengejutkan
Foto Ini 8 Fakta PLTD Apung, Kapal Berbobot 2,6 Ton Dihempas Tsunami 2004, Nomor 4 Sangat Mengejutkan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bencana tsunami 26 Desember 2004 menyimpan banyak kisah yang tak pernah dilupakan rakyat Aceh, dan dunia sekalipun.

Bencana yang merenggut ratusan ribu korban rakyat Aceh ini dianggap salah satu bencana terbesar dan terdahsyat dalam abad ini.

Baca: Buang Tinja Di Makam Ulama, Netizen: Ka Hawa Keu Tsunami Lom?

Di antara banyak kisah tentang kedahsyatan tsunami di Aceh tergambar dari terhempasnya sebuah kapal raksasa, PLTD Apung dari laut Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ke tengah permukiman penduduk Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Lantas apa saja fakta menarik dari kapal tersebut? Berikut rangkuman Serambinews.com.

1. Sulit Membayangkan

Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Apung (PLTD) Apung memiliki panjang 63 meter mampu menghasilkan daya sebesar 10,5 Megawatt.

Kapal ini memiliki 1.900 meter persegi dan bobot 2.600 ton. Dengan bobot yang besar tersebut, sulit membayangkan kapal ini dapat terhempas hingga ke tengah pemukiman penduduk.
Namun faktanya gelombang tsunami mampu menggerakkannya.

Wisatawan asal Rusia berwisata di Monumen Tsunami PLDT Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012).

Wisatawan asal Rusia berwisata di Monumen Tsunami PLDT Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012). (SERAMBI/BUDI FATRIA)

2. Mendukung Suplai Arus Listrik

Kapal PLTD Apung dibawa dari Kalimantan Barat awalnya untuk mendukung suplai arus listrik untuk Provinsi Aceh pada 2003.

Saat itu Aceh krisis pasokan listrik dan didera konflik bersenjata antara Pemerintah RI dan GAM.

3. Dihempas Gelombang 9 Meter

Ketika tsunami terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, kapal ini terseret gelombang setinggi sembilan meter.

Jalur yang dilalui kapal semuanya lenyap tak berbekas, padahal kawasan tersebut awalnya padat penduduk.

4. Hanya Satu Orang yang Selamat

Dari 11 orang awak kapal dan beberapa warga yang berada di atas kapal ketika tsunami terjadi, hanya satu orang yang berhasil selamat.

Menurut cerita seorang yang selamat tersebut, saat tsunami menghempas kapal, ia tengah tertidur.

Ia baru sadar ketika kapal sudah terombang-ambing dibawa gelombang hingga terdampar di tengah pemukiman penduduk Desa Punge Blang Cut.

Selain satu orang awak kapal tersebut, semuanya hilang dihempas gelombang.

Ada yang mengatakan mereka turun dari kapal setelah mengetahui air laut surut 1,5 kilometer ke tengah laut Ulee Lheue setelah gempa 8,9 richter mengguncang Aceh pada Minggu 26 Desember 2004.

PLTD Apung

PLTD Apung (SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI)

5. Masih Ada Korban di Bawah Kapal

Sampai akhirnya kapal ini bertengger di tengah pemukiman penduduk, diduga masih ada sejumlah korban tsunami yang terhimpit di bawah.

Mereka syahid dan terkubur di bawah kapal karena bobot kapal yang berat tidak mungkin dipindahkan untuk mengevakuasi korban ketika itu.

6. Menjadi Monumen Tsunami

Setelah 13 tahun bencana tsunami berlalu, kini kapal PLTD Apung menjadi salah satu objek wisata di Kota Banda Aceh dan menjadi monumen peringatan tsunami Aceh.

Di sekitar kapal telah dibangun taman edukasi yang dilengkapi informasi dan foto mengenai tsunami Aceh 2004.

7. Ikon Taman Edukasi Tsunami

Di dekat kapal PLTD Apung, pengunjung sekarang bisa berjalan-jalan di Taman Edukasi Tsunami, yang dibangun tidak terlalu jauh dari bangkai kapal.

Di atas atas kapal juga ada satu teropong bagi pengunjung yang ingin melihat pemandangan Kota Banda Aceh dari atas ketinggian kapal.

Turis dari kapal pesiar MS Silver Discovered berkunjung ke PLTD Apung saat lego jangkar di lepas pantai Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (17/3/2017). Sebanyak 60 turis dari berbagai negara tersebut mengunjungi PLTD Apung, Museum Aceh, dan Museum Tsunami saat kapal mereka lego jangkar selama empat jam di lepas pantai Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR

Turis dari kapal pesiar MS Silver Discovered berkunjung ke PLTD Apung saat lego jangkar di lepas pantai Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (17/3/2017). Sebanyak 60 turis dari berbagai negara tersebut mengunjungi PLTD Apung, Museum Aceh, dan Museum Tsunami saat kapal mereka lego jangkar selama empat jam di lepas pantai Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR ()

8. Disulap Menjadi Museum

Saat ini isi dalam kapal PLTD Apung sudah disulap menjadi wahana edukasi.

Setiap pengunjung dapat melihat video dan membaca tentang seluk beluk kapal dan penyebab terjadinya tsunami.

Interior kapal juga dirancang senyaman mungkin sehingga pengunjung seolah merasa berada dalam satu ruang museum. (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id