Pemimpin Adil Punya Tantangan Berat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemimpin Adil Punya Tantangan Berat

  • Reporter:
  • Sabtu, September 2, 2017
Pemimpin Adil Punya Tantangan Berat
Foto Pemimpin Adil Punya Tantangan Berat

BANDA ACEH – Pemimpin yang berlaku adil, memiliki tantangan berat dalam menjalankan tugasnya, baik untuk menyejahterakan rakyat maupun tugas lain yang diamanahkan undang-undang. Pemimpin yang adil, juga menjadi musuh bebeyutan jin dan iblis, sehingga selalu digoda agar melakukan hal-hal yang tak sesuai syariat Allah.

Demikian antara lain disampaikan Pimpinan Pesantren Serambi Mekkah, Aceh Barat, Drs Tgk Harmen Nuriqmar SS, saat menjadi khatib shalat Idul Adha di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Jumat (1/9). Sementara Imam Masjid Raya Baiturrahman, Drs Tgk H Ridwan Johan, mengimami shalat tersebut.

“Pemimpin ini saya definiskan mulai dari camat, bupati, gubernur, sampai presiden. Kepada mereka ini diberikan sesuai undang-undang untuk menjalankan amanah. Ketahuilah, pemimpin yang adil memiliki tantangan besar, salah satunya menjadi musuh jin dan iblis,” kata Harmen dalam khutbahnya.

Dijelaskan, pemimpin adil yang mampu mengelola kabupaten, provinsi, atau negera menjadi baik dengan syariat Allah, akan selalu digoda, dibisikkan, dan diajak oleh jin dan iblis untuk melakukan hal-hal yang tak sesuai ajaran agama. Menurutnya, pemimpin ini bisa saja terjerumus pada hal tersebut. “Ini tantangan berat, karena imam yang adil itu jadi musuh iblis. Mengapa? karena ia mampu mengajak masyarakat pada jalan yang benar,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Harmen, pemimpin juga memiliki tantangan berat lain. Sebab, pemimpin merupakan perpanjangan dari khalifah yang menjalankan amanah-amanah Allah. Tugas utama pemimpin, kata Tgk Harmen, yakni mempertaruhkan semua jiwa raganya untuk menjalankan perintah Allah yang dititip kepadanya. “Allah menitipkan kepada kita khalifah, pemimpin, untuk mengurusi semua persoalan, itu atas kehendak Allah,” katanya.

Sebagai rakyat yang dipimpin tentunya juga mempunyai tugas untuk menaati pemimpin yang adil. Pada kesempatan itu, Tgk Harmen mengajak jamaah untuk taat kepada pemimpin, selama mereka tidak kufur kepada Allah Swt. “Silakan kritik pemerintah, tidak apa-apa, tapi harus dengan persoalan yang jelas. Mengkritik juga harus dengan memberi solusi, jadi mari kita taat kapada pemimpin kita,” ajaknya.

Mantan anggota DPRA itu juga mengajak pemimpin di Aceh khususnya, untuk mencontoh keteladanan para nabi dan rasul Allah. Keteladanan para nabi dan rasul sepatutnya diadopsi setiap pemimpin guna menyerjahterakan rakyat dan menjalankan amanah-amanah Allah. “Juga bagi kita semua, minimal keteladanan itu menjadi pelajaran bagi kita dalam memimpin kita sendiri,” pungkasnya.

Amatan Serambi, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh, berbaur bersama masyarakat melaksanakan shalat Idul Adha. Selesai shalat Id, Gubernur menuju Masjid Raya Baiturahman untuk menyerahkan seekor lembu untuk disembelih oleh panitia kurban.

Pawai takbir
Sementara Kamis (31/8) malam, Gubernur didampingi anggota Forkopimda melepas peserta pawai takbir di depan Masjid Raya Baiturrahman. Pelepasan itu ditandai dengan pemukulan tambo (beduk). Pawai takbir itu berlangsung meriah. Peserta menampilkan takbir dengan alunan irama terbaik. Seluruh peserta berjalan beriringan sembari membawa obor. Seperti biasa, mobil yang digunkan untuk pawai takbir itu dihias dengan berbagai rupa. Warga tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan pawai tersebut.(dan) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id