Pembunuh Bidan Masih Buron | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembunuh Bidan Masih Buron

Pembunuh Bidan Masih Buron
Foto Pembunuh Bidan Masih Buron

SIGLI – Hingga hari ketiga terbunuhnya Nursiah binti Ibrahim (43) di Gampong Beulangong Basah, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, pelakunya masih buron. Bu bidan tersebut diduga dihabisi suaminya sendiri secara sadis yang langsung kabur setelah sang istri terkapar berkubang darah.

Hingga kemarin polisi masih mengusut intensif kasus pembunuhan yang menggegerkan itu. Saksi yang dimintai keterangan terus bertambah dari sebelumnya lima menjadi tujuh orang.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syamsul SH didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Ipda Iskandar Selian SH yang ditanyai Serambi, Jumat (1/9) membenarkan saksi yang dimintai keterangan sudah mencapai tujuh orang.

Saksi yang diperiksa adalah orang tua dan makcik tersangka, anak korban, warga yang bertamu menjelang kasus itu terjadi, dan dua orang lainnya yang masih keluarga dekat pelaku.

Kasus pembunuhan tersebut kini ditangani Polres Pidie setelah sebelumnya di Mapolsek Mutiara Timur. Salah satu fokus polisi saat ini adalah memburu Hamdani (35), suami korban yang diduga sebagai eksekutor. “Kita terus berupaya memburu pelaku agar secepatnya bisa diringkus,” katanya.

Berdasarkan laporan keluarga kepada polisi, ada sekitar 28 mayam emas milik korban ikut raib namun belum bisa dipastikan apakah dibawa oleh tersangka.

Seperti dberitakan sebelumnya, Nursiah binti Ibrahim (43) yang diduga dieksekusi oleh suaminya, Hamdani (35) dalam satu insiden paling berdarah di Gampong Beulangong Basah, Kemukiman Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (29/8) pukul 15.30 WIB.

Dalam pengusutan kasus tersebut polisi juga menemukan sebilah pisau dapur baru diasah yang diduga dipakai tersangka untuk mengeksekusi korban. Pisau dapur itu ditemukan di TKP dengan kondisi sudah miring yang diperkirakan karena hunjaman berkali-kali.

Nursiah bertugas sebagai bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen. Perempuan kelahiran Meureudu ini tercatat menetap di Gampong Cot Krang, Kecamatan Peusangan, Bireuen, karena di sinilah sebelumnya dia tinggal bersama suami pertamanya yang sudah meninggal dunia.

Dari suami pertamanya, Nursiah dianugerahi tiga anak, yaitu Iga Dara Fonna (16), Irhas (12), dan Birul Walidaini (7). Sedangkan kehidupan rumah tangganya dengan Hamdani baru berjalan sekitar delapan bulan hingga peristiwa mengenaskan itu terjadi. Bagi Hamdani sendiri, Nursiah merupakan istri kedua.

Pada hari menjelang kejadian itu, Nursiah bersama Hamdani pulang ke Gampong Beulangong Basah, Pidie mengendarai mobil Avanza milik Nursiah. Tujuan adalah melihat ibu mertuanya, Nuraini (55) yang sedang sakit keras (kasus DM). Selama ini Nuraini dirawat di rumah dengan bantuan orang pintar.

Sebelum pembunuhan itu terjadi, Hamdani meminta bantuan ayahnya, Rusli untuk menjemput tiga anak tirinya di Bireuen dengan menggunakan mobil Avanza milik Nursiah. Namun, saat ketiga anak Nursiah sedang dalam perjalanan ke Pidie, mereka mendapat kabar duka tentang terbunuhnya sang ibunda. “Saya sangat sedih mendengar kabar bahwa mamak kami meninggal secara tragis akibat pembunuhan,” ujar Iga Dara Fonna (16), putri sulung Nursiah, siswi SMA di Bireuen. Iga juga mengungkapkan, “Selama delapan bulan berumah tangga, ayah tiri kami sering bertengkar dengan mamak. Pada bulan Ramadhan lalu mamak sempat dicekiknya,” ungkap Iga.(aya) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id