Empat Ruko dan Dua Rumah Terbakar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Empat Ruko dan Dua Rumah Terbakar

Empat Ruko dan Dua Rumah Terbakar
Foto Empat Ruko dan Dua Rumah Terbakar

* Menjelang dan Saat Idul Adha

BANDA ACEH – Empat ruko dan dua rumah serta harta benda milik korban hangus terbakar menjelang dan pada saat Idul Adha 1438 H di tiga lokasi terpisah yaitu Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Lhokseumawe.

Di Kabupaten Aceh Jaya, empat ruko di Keude Teunom, Kcamatan Teunom, ludes dilalap api, menjelang shalat Jumat atau sekitar pukul 12.50 WIB pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9).

“Semua barang di dalam ruko tidak sempat diselamatkan karena pemiliknya sedang ke masjid untuk shalat Jumat. Api begitu cepat membakar keempat ruko yang berkonstruksi kayu tersebut,” kata Camat Teunom, Abdul Azis kepada Serambi, Jumat (1/9).

Ruko yang terbakar itu masing-masing milik Andi (30), Amran (47) keduanya warga Desa Padang Kleng serta Fakrullah (35) warga Desa Panton, Kecamatan Teunom dan milik Munawir (32) warga Desa Cot Buloh, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat.

Seorang relawan RAPI Aceh Jaya, Syahrullah menyebutkan, dua bangunan yang disulap menjadi ruko digunakan untuk berjualan bahan sandang(kain dan baju). Sedangkan satu unit berjualan HP dan satu ruko lainnya kosong.

Tidak ada korban jiwa akibat musibah itu. Armada pemadam tiba di lokasi menjelang bangunan itu habis total sehingga upaya yang dilakukan adalah memblokir api agar tidak menjalar ke bangunan lain.

Musibah di Lampriek
Di Kota Banda Aceh, sebuah rumah permanen milik Saifil (67) di Jalan Ayah Hamid Lampriek, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh musnah terbakar menjelang shalat Idul Adha, Jumat (1/9).

Selain menghanguskan perabotan dan harta benda lainnya di dalam rumah, sebuah mobil Kijang Kapsul BL 995 JV di garasi juga hangus. Musibah itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Rumah yang terbakar berada tepat di depan Masjid Al Makmur (Masjid Oman) Lampriek sehingga sejumlah jamaah yang masih di luar masjid langsung ke lokasi untuk membantu seperti menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

Yudi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (DPKP) Kota Banda Aceh melaporkan, saat kejadian di dalam rumah hanya ada seorang anak Saifil, yaitu Finda (35). Sedangkan Saifil dan istrinya, Fatia Aziz (65) beserta anak-anak lainnya sudah berada di Masjid Oman untuk shalat Idul Adha. Ketika mengetahui terjadi kebakaran, mereka langsung kembali.

Awalnya Finda melihat api muncul dari salah satu ruangan di dalam rumah, hingga mengeluarkan asap tebal. Kemudian dia langsung berlari ke luar rumah meminta bantuan.

Beberapa jamaah yang masih di luar mendengar korban meminta bantuan langsung berlari ke arah rumah terbakar dan menghubungi pemadam kebakaran. Namun api dengan cepat membesar hingga dalam waktu singkat menghanguskan bagian belakang rumah. Api juga menyambar dan menghanguskan Kijang Kapsul yang diparkir di garasi.

Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi termasuk dua unit dari Aceh Besar. Ada juga bantuan satu unit ambulans dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (P2KK) Dinas kesehatan Aceh untuk bersiaga jika ada korban jiwa. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB,” lapor Yudi.

Rumah janda
Di Kota Lhokseumawe, rumah permanen milik Suryati (50), janda empat anak di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kamis (31/9) sekitar pukul 03.00 WIB terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun nyaris semua harta benda milik korban, termasuk dua sepeda motor hangus. “Barang yang berhasil dikeluarkan hanya satu set sofa,” kata Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri.

Menurut Samsul Bahri, ketika kebakaran terjadi, Suryati bersama empat anaknya sedang tidur. Api muncul dari gudang di bagian belakang rumah. “Saat api mulai menjalar ke dalam ruang utama, seorang anaknya terbangun diikuti anggota keluarga yang lain,” kata Samsul.

Tujuh unit armada pemadam kebakaran dari Pemko Lhokseumawe, Pemkab Aceh Utara, dan PAG tiba di lokasi. Meski rumah Suryati ludes, namun api berhasil dijinakkan hingga tak merembet ke bangunan lainnya.

Tagana sudah membangun tenda di dekat lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan tanggap darurat. “Sesuai permintaan pihak korban, mereka akan tinggal di tenda darurat karena rumah tidak mungkin lagi ditempati,” ujar Samsul Bahri.

Sementara itu di Aceh Utara, rumah M Ali (36) warga Desa Buket Jeurat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Selasa (29/8) sekitar pukul 21.00 WIB juga musnah terbakar yang diduga akibat arus pendek listrik. Saat kejadian, Ali bersama anggota keluarganya sedang di rumah famili di Kecamatan Lhoksukon.(c45/mun/jaf) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id