Kayu Menang, Desa Terisolir Berpantai Eksotik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kayu Menang, Desa Terisolir Berpantai Eksotik

Kayu Menang, Desa Terisolir Berpantai Eksotik
Foto Kayu Menang, Desa Terisolir Berpantai Eksotik

PERJALANAN menuju Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, hanya butuh waktu 30 menit menggunakan robin (perahu mesin tempel pemotong rumput) dari Singkil. Walau jaraknya dekat dari ibukota kabupaten, namun tidak mudah masuk ke desa yang ditinggal eksodus sebagaian penduduknya pascagempa Aceh-Nias 2005 lalu itu.

Sungai buatan sebagai satu-satunya akses masuk ke desa terisolir tersebut, hanya bisa dilewati ketika air sedang pasang. Itu pun hanya perahu kecil dengan muatan tiga orang. Lebih dari itu, perahu harus ditambatkan di mulut sungai, lalu berjalan kaki di pematang sungai buatan.

Desa dengan penduduk sekitar 60 kepala keluarga tersebut tampak sunyi. Nyaris tak terlihat aktivitas, selain beberapa ibu duduk sambil ngobrol di teras rumah kayu. “Di sini sepi, karena penduduknya banyak yang sudah pindah,” kata Ahmad Rivai, Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi Aceh Singkil, Kamis (31/8) siang yang mengantar Serambi berkunjung ke Kayu Menang.

Di desa ini hanya ada satu SD. Sementara untuk SMP dan SMA, anak-anak Kayu Menang, harus melanjutkan ke Singkil, dengan naik sampan. Jumlah sampat tersedia juga terbatas. Jika lambat sedikit saja, akan ditinggal.

“Desa Kayu Menang, terisolir lantaran tidak ada akses jalan darat,” ujar Rivai yang merupakan mantan Camat Kuala Baru. Guratan kemiskinan menyelimuti desa yang nyaris semua rumah masih berkontruksi kayu. Namun Kayu Menang, memiliki pantai eksotik yang masih perawan. Pantai itu berada sekitar 300 meter di belakang permukiman penduduk.

Pantai Kayu Menang terlihat sepanjang mata memandang. Deretan pohon cemara menghiasi pasir putih. Pantainya cukup landai, cocok sebagai tempat berlibur bagi keluarga. Di pantai pengunjung bisa menikmati ikan bakar hasil tangkapan nelayan setempat.

Belum banyak yang tahu keindahan pantai Kayu Menang. Tak mengherankan walau jaraknya dekat dengan Singkil, jarang wisatawan datang berkunjung. “Kayu Menang, memiliki pantai yang indah, tapi belum banyak yang tahu,” kata Akwin, warga setempat.

Warga Kayu Menang, berharap Pemerintah segera menuntaskan pembangunan jembatan Kilangan, Singkil-Kayu Menang. Jembatan tersebut, sejauh ini hanya dibangun tiang pancang.

Sementara badan jalan di Kayu Memang, sudah terbentuk. Namun kendaraan tidak bisa masuk, akibat jembatan penghubung Kilangan-Kayu Menang, belum tuntas. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Kayu Menang-Kuala Baru yang sudah lama rubuh, tapi tidak kunjung diperbaiki.(dede rosadi) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id