Rekanan Timbun Ulang Proyek Jalan 30 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rekanan Timbun Ulang Proyek Jalan 30

Rekanan Timbun Ulang Proyek Jalan 30
Foto Rekanan Timbun Ulang Proyek Jalan 30

* Karena Permukaan Jalan Masih Tergenang Air

BLANGPIDIE – Pelaksana proyek menimbun kembali permukaan badan Jalan 30 atau jalan lingkar dari Ie Mirah, Kecamatan Babahrot menuju Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 34 miliar itu selesai dikerjakan awal 2017 lalu, tapi dinilai tidak sempurna karena beberapa titik permukaan badan jalan tergenang air rawa, meskipun ketika musim kemarau. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Abdya melalui Kabid Bina Marga Afrida Surya ST dihubungi Serambi, Rabu (30/8) menjelaskan, proyek penimbunan permukaan Jalan 30 Ie Mirah-Lama Muda Km 9-Km 17 masih dalam masa pemeliharaan sampai September mendatang.

“Penimbunannya belum sempurna, pelaksana proyek harus bertanggung jawab menimbun kembali,” katanya. Karena masih ada beberapa titik permukaan badan jalan yang tergenang air rawa, maka pelaksana PT Kenpura Alam Naggroe melakukan penimbunan kembali, khususnya permukaan badan jalan yang tergenang air. “Pekerjaan penimbunan kembali dilaksanakan oleh kontraktor sejak beberapa hari terakhir,” kata Afrida.

Sebelum penimbunan ulang, pelaksana proyek menurunkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan parit kanan kiri jalan untuk mengeringkan air yang merendam permukaan badan jalan di beberapa titik. Diperkirakan pekerjaan penimbunan ulang permukaan badan jalan dengan panjang sekitar 800 meter itu tuntas selama satu pekan ke depan.

Seperti diberitakan proyek penimbunan permukaan badan Jalan 30 Ie Mirah-Lama Muda paket Km 9-Km 17 dikerjakan PT Kenpura Alam Nanggroe (PT KAN) dengan nilai kontrak sekitar Rp 34 miliar bersumber APBN-Perubahan 2016. Setelah penimbunan, proyek ini mendapat sorotan dari sejumlah pengguna jalan karena di beberapa titik permukaan badan jalan seperti antara Km 9 Km-Km 10 tergenang air rawa sehingga sulit dilintasi kendaraan.

“Kondisi ini benar-benar aneh. Ketika kekeringan melanda sejumlah kawasan di Abdya akibat kemarau panjang, tapi di sini (Jalan 30) justru badan jalan tergenang air,” kata Jasman, warga setempat kepada Serambi, Senin (24/7). Air yang merendam permukaan badan jalan dengan panjang puluhan meter juga dilaporkan terjadi di kawasan Desa Rukon Dame, Kecamatan Babahrot yang membuat mobil dan sepeda motor sulit melintas.

Menghubungkan
Pelabuhan Teluk Surin
Proyek penimbunan Jalan 30 merupakan badan jalan yang baru dibuka dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot menuju Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee dengan panjang sekitar 37 km. Jalan ini nantinya menghubungkan lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Teluk Surin di Desa Lama Tuha, Kuala Batee.
Kabid Bina Marga pada Dinas PU dan Penataan Ruang, Afrida Surya menyebutkan dari pajang badan jalan sekitar 37 km, hanya sekitar 5 kilometer permukaan badan yang belum ditingkatkan dengan penimbunan. “Bila badan jalan tersisa 5 kilometer selesai ditimbun, maka tembus ke lokasi pembangunan Pelabuhan Teluk Surin,” katanya.(nun) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id