Polisi Tangkap Penjambret | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tangkap Penjambret

Foto Polisi Tangkap Penjambret

BANDA ACEH – Anggota Polresta Banda Aceh, Sabtu (19/3) sekitar pukul 05.00 WIB menangkap Mutaqim (23), penjambret yang beraksi di banyak lokasi dalam wilayah hukum Polresta. Mutaqim yang tercatat sebagai warga Desa Kandang, Darul Imarah, Aceh Besar itu dibekuk dalam gubuk di belakang rumahnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH kepada Serambi, kemarin, mengatakan penangkapan Mutaqim berawal dari informasi warga yang pernah melihat pelaku ditemani seorang temannya beraksi di kawasan Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Teman pelaku, menurut Kapolres, ternyata oknum aparat berinisial WHS (30), asal Medan yang kini sudah diproses hukum oleh satuan terkait di internalnya. Setelah ditangkap, Mutaqim ditahan di sel tahanan Mapolresta.

“Menurut pengakuan Mutaqim, dia hanya bisa ingat 10 lokasi menjambret bersama WHS. Selebihnya Mutaqim mengaku tak ingat. Tapi, ia mengaku sudah menjambret di belasan tempat,” kata Kapolresta didampingi Kasat Reskrim, Kompol Supriadi SH MH.

Lokasi pelaku pernah menjambret, sebut Supriadi, antara lain, kawasan traffic light Simpang Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Jalan Mr Muhammad Hasan dekat Terminal Terpadu Batoh, kawasan Masjid Baitul Musyahadah Jalan Teuku Umar, serta kawasan Lambaro dan Keutapang. “Korban yang mereka jambret semuanya perempuan yang pulang sendirian. Pelaku terlebih dulu membuntuti korban dengan target mereka adalah perempuan yang memakai tas selempang di bahu. Waktu pelaku menjambret setelah Magrib dan aksi itu dilakukan di tempat-tempat sepi,” ujar Supriadi.

Kasat Reskrim menambahkan, ada beberapa korban yang sudah membuat laporan dan hal itu diakui Mutaqim dan WHS. “Barang-barang dan uang milik korban digunakan pelaku membeli sabu-sabu dan selanjutnya mereka konsumsi sama-sama,” ungkap Supriadi.

Keterangan lain yang disampaikan Mutaqim, lanjut Kasat Reskrim, ia juga pernah mencuri sepeda motor (sepmor) Honda Supra beberapa bulan lalu. Sepmor itu keumdian dijual kepada seseorang yang masih dilacak keberadaannya oleh polisi. “Pencurian Honda Supra iry juga melibatkan Mutaqim dan WHS,” ungkap Supriadi.

Mutaqim juga mengaku pernah mencuri sepmor Yamaha Mio Sporty BL 4389 NP di Kompleks Kehakiman Desa Luengbata, Banda Aceh pada Jumat, 4 Maret 2016, sekitar pukul 11.30 WIB, bersama seorang temannya, Mahfud (24) warga Darul Kamal, Aceh Besar. “Yamaha Mio itu dijual kepada Adun Ali (35) warga Suka Makmur, Aceh Besar Rp 1,2 juta. Kami minta Adun Ali segera menyerahkan diri baik-baik sebelum diambil tindakan tegas,” harap Supriadi.(mir) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id