Meski Diguyur Hujan, Jamaah Idul Adha Tetap Shalat di Lapangan Persada Blangpidie | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Meski Diguyur Hujan, Jamaah Idul Adha Tetap Shalat di Lapangan Persada Blangpidie

Meski Diguyur Hujan, Jamaah Idul Adha Tetap Shalat di Lapangan Persada Blangpidie
Foto Meski Diguyur Hujan, Jamaah Idul Adha Tetap Shalat di Lapangan Persada Blangpidie

URI.co.id,BLANGPIDIE- Prosesi shalat Idul Adha 1438 H/2017 di lapangan Persada Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (1/9/2017), berlangsung dalam suasana guyuran hujan.

Pantauan URI.co.id, sebelum pelaksanaan shalat, hujan gerimis mulai membasahi permukaan lapangan Persda Blangpidie yang terletak di Desa Keude Siblah, Blangpidie. Tapi para jamaah terus mengalir ke lokasi.

Panitia terus mengeluarkan imbauan melalui pengeras suara agar jamaah mempercepat langkah karena shalat segera dimulai.

Baca: Takbir Keliling di Sigli, Diguyur Hujan Disertai Kilat

Shalat Idul Adha dimulai sekitar pukul 7.35 WIB, bertindak sebagai imam, H Aufa Saprijal Putra Lc MA, juga imam utama pada Masjid At-Taqwa Blangpidie.

Hujan intensitas ringan terus mengguyur jamaah yang sedang melaksanakan shalat, sehingga sebagian pakaian yang dipakai jamaah mulai basah, namun shalat Idul Adha tetap berlangsung khusuk sampai selesai.

Hujan gerimis masih turun ketika Khatib, Mukhlis Muhdi MA menyampai khutbah. Sebagian kecil jamaah bangkit, kemudian berteduh di bawah bangunan stadion Persada untuk mengikuti isi khutbah.

Sebagian besar jamaah tetap bertahan tetap bertahan di tengah lapangan, termasuk jamaah kaum ibu bertahan disiram hujan gerimis. Jamaah mulai membuka payung atau mengambil sajadah di letak di atas kepala sebagai pelindung dari siraman hujan ringan.

Jamaah dengan kondisi pakaian basah sebagian tetap bertahan mendengarkan khutbah Idul Adha.

Khatib Mukhlis Muhdi dalam khutbahnya membahas tetang hakekat hari raya kurban. Hakekat dari hari Idul Adha, katanya adalah meyembelih sifat kebinatangan, keburukan dan fitnah yang ada pada diri munusia itu sendiri, bukan nilai ritual semata.

Baca: Banyak Jamaah Shalat Ied di Jalan, Paspampres: Kami Hanya Menjalankan Tugas

“Jadi nilai kurban harus dipahami hakikatnya, bukan semata-mata nilai ritualnya,” katanya.

Makna yang lain dari hari raya korban harus dipahami yang dikurbankan sebenarnya adalah kepemilikan manusia itu sendiri. “Apa pun yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah SWT” kata Mukhlis Muhdi MA, dalam khutbahnya.

Prosesi shalat yang berlangsung khidmat selesai sekira pukul 08.10 WIB. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id