Dasni Ajukan PK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dasni Ajukan PK

Dasni Ajukan PK
Foto Dasni Ajukan PK

* Kasus Korupsi Yayasan Cakradonya

LHOKSEUMAWE – Mantan Sekdako Lhokseumawe, Dasni Yuzar yang menjadi terpidana dalam kasus korupsi dana hibah ke Yayasan Cakradonya, ternyata telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang menghukum dirinya lima tahun penjara. Bahkan, proses pengajuan alat bukti baru atau novum sudah selesai digelar dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, beberapa hari lalu.

Untuk diketahui, pada tahun 2010, Pemerintah Aceh menghibahkan dana untuk Yayasan Cakradonya sebesar Rp 1 miliar. Namun seiring waktu berjalan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe melakukan pengusutan karena adanya indikasi korupsi. Selanjutnya, ditetapkan tiga tersangka yang semuanya pengurus yayasan tersebut, yakni Dasni Yuzar, Reza Maulana, dan Amir Nizam.

Setelah berproses di Pengadilan Tipikor Banda Aceh hingga kasasi ke MA, maka pada pertengahan tahun lalu keluar putusan MA, di mana Dasni Yuzar dihukum lima tahun penjara, sedangkan Reza Maulana dan Amir Nizam masing-masing dihukum empat tahun penjara. Kini ketiganya sedang menjalani hukuman di LP Klas II Lhokseumawe.

Kuasa Hukum Dasni Yuzar, Muzakir yang dihubungi Serambi, Rabu (30/8), membenarkan, kalau Dasni melalui dirinya telah mengajukan PK dan telah didaftarkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh beberapa pekan lalu. Alasan dilakukan PK, karena pihaknya menemukan novum baru. “Di mana dalam putusan kasasi disebutkan kesalahan Dasni hingga harus dihukum karena tidak berhak menerima dana hibah tersebut dengan alasan selaku Sekdako Lhokseumawe. Padahal, peristiwa hukum tersebut terjadi pada tahun 2010, sedangkan Dasni menjadi Sekdako Lhokseumawe pada tahun 2012,” ujarnya.

Menurutnya, didasari pendaftaran PK tersebut, pihak Pengadilan Tipikor Banda Aceh pun telah mendelegasikan PN Lhokseumawe untuk menggelar sidang berupa penyerahan novum baru itu. “Persidangan sudah berlangsung beberapa hari lalu. Kita serahkan seluruh barang bukti baru, seperti SK pengangkatan jadi Sekda, materi pelantikan, dan lainnya. Dengan selesainya hal ini, maka kita tinggal menunggu bagaimana putusan MK terhadap PK yang kita ajukan,” demikian Muzakir.(bah) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id