Bawang Merah Ilegal Dikubur | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bawang Merah Ilegal Dikubur

Bawang Merah Ilegal Dikubur
Foto Bawang Merah Ilegal Dikubur

* Totalnya 25 Ton

LHOKSEUMAWE – Bea Cukai (BC) Lhokseumawe memusnahkan bawang merah ilegal sebanyak 2.662 karung atau seberat 25 ton di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (30/8). Bawang hasil sitaan tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur dalam tanah.

Untuk diketahui, bawang merah itu diamankan aparat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe pada 8 Agustus 2017 sekitar pukul 02.00 WIB, dari Kapal Motor (KM) Bahtera 99 di Kuala Jambo Aye, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Namun, ketika diperiksa kala itu, kapal tersebut dalam kondisi kosong.

“Kalau dari labelnya, katanya bawang merah tersebut berasal dari India, kemudian diimpor ke Malaysia dan dimasukkan (diselundupkan) ke wilayah kita. Namun, kita belum mengetahui siapa pemilik kapal tersebut, karena sampai sekarang belum ada informasi soal pemilik kapal itu,” kata Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Asep Munandar kepada wartawan, kemarin.

Disebutkan dia, Bea Cukai hanya menerima bawang merah dan kapal yang dilimpahkan Lanal Lhokseumawe, tapi tidak ada tersangka. “Kita sudah melakukan beberapa pemanggilan terkait siapa pemilik kapal itu, namun hingga saat ini belum ada beritanya,” ujarnya. “Untuk kapal pengangkutnya, kemungkinan nanti akan kita adakan lelang,” tandasnya.

Di sisi lain, Asep mengakui, pihaknya selama ini sangat kesulitan mengawasi perairan dari Bireuen sampai perbatasan Aceh Timur karena sarana prasarana kurang memadai. Sebab, Bea Cukai Lhokseumawe hanya memiliki satu kapal, itu pun sekarang dalam kondisi rusak. Karena itu, pihaknya sangat berharap adanya patroli BKO Tanjung Balai, Sumatera Utara, dan dukungan dari Angkatan Laut, serta pihak Kepolisian. Selain itu, pihaknya juga sangat berharap dukungan informasi dari masyarakat, terkait kegiatan di pelabuhan yang tak resmi atau biasa disebut ‘pelabuhan tikus’.

“Bukan tak efektif pengawasan kita. Tapi begitu kita berangkat, sudah ada informasi kepada mereka, sehingga mereka langsung tiarap,” pungkas Kepala Bea Cukai Lhokseumawe ini.

Komandan Lanal (Danlanal) Lhokseumawe, Letnan Kolonel Laut (P) M Samsul Riza kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, pemusnahan bawang merah ilegal itu merupakan lanjutan setelah keluarnya status penetapan barang tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN), dan sudah terbitnya persetujuan pemusnahan dari Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banda Aceh. “Dalam kapal tersebut tidak temukan surat apa pun, jadi kosong identitas,” ujar Danlanal Lhokseumawe.(jaf) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id