Masjid Agung Singkil Pembawa Cahaya Kemakmuran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Masjid Agung Singkil Pembawa Cahaya Kemakmuran

Masjid Agung Singkil Pembawa Cahaya Kemakmuran
Foto Masjid Agung Singkil Pembawa Cahaya Kemakmuran

MASJID Agung Kabupaten Aceh Singkil, diresmikan penggunaanya tahun 2004 silam. Ditandai dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama dengan khatib Muadz Vohry, selaku Wakil Bupati Aceh Singkil, kala itu.

Awalnya masjid yang terletak di jantung ibu kota kabupaten Jalan Bahari, Pulau Sarok, Singkil, bernama An Nur, yang berarti cahaya. Nama itu ditabalkan sang perintis pendirian masjid almarhum H Makmur Syahputra, SH semasa menjadi bupati Aceh Singkil periode pertama 2000-2005.

Belakangan ketika Makmur Syahputra, kembali terpilih menjadi bupati untuk periode kedua tahun 2007-2011, nama masjid diganti menjadi Nurul Makmur. Nama tersebut memimiliki makna cahaya kemakmuran.

Tentu saja dengan harapan melalui syiar keagamaan yang dilakukan di masjid agung kabupaten, dapat membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakat Aceh Singkil. “Tadinya bernama An Nur, kemudian berganti nama menjadi Nurul Makmur, sebagai cahaya kemakmuran bagi seluruh umat,” kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid Nurul Makmur, H Syamsul Bahri, SH, Senin (28/8).

Masjid yang mampu menampung 3.000 jemaah itu menjadi pusat kegiatan keagaam tingkat kabupaten. Seperti pembagian hewan kurban usai shalat Idul Adha, Idul Fitri, serta bimbingan manasik haji.

Warga setempat menjadikan salah satu ruangan masjid sebagai tempat pendidikan agama. Kemudian tempat zikir bersama setiap malam Jumat serta mencetak penghapal alquran. “Tahfiz Alquran dibimping Ustaz Cut Nyak Kaoy salah satu imam masjid Nurul Makmur,” ujar Syamsul Bahri.

Bangunan masjid didominasi cat berwarna kuning terlihat kokoh. Dibangun dua lantai agar bisa menampung ribuan jemaah. Posisi lantai pertama dibuat cukup tinggi dari tanah, agar bagian kolongnya bisa dijadikan tempat parkir serta aman banjir.

Cukup ironis walau menyandang predikat sebagai masjid agung kabupaten. Masjid Nurul Makmur, sejak diresmikankan penggunaanya 13 tahun silam, namun pembangunannya belum tuntas hingga sekarang.

Kondisi tersebut sangat disayangkan. Sebab, masjid yang menjadi kebanggan sebagian sudut bangunan mulai rusak, akibat belum tuntas pembangunanya. “Jika dibandingan dengan kabupaten tetatangga, seperti Aceh Selatan dan Aceh Tenggara, kondisi bangunan masjid agung kita masih kalah,” kata Syamsul Bahri Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Makmur.

Syamsul Bahri, yang sesuai SK Bupati posisinya sebagai ketua BKM akan berakhir 2018 menyatakan, dibutuhkan paling tidak Rp 30 miliar lagi untuk menyempurnakan pembangunan masjid. “Alhamdulillah Pak Wakil Bupati, memang sudah memerintahkan supaya mencari arsitek yang dapat menyempurnakan pembangunan masjid,” ujar Syamsul Bahri.

Semoga pembangunan masjid agung itu segera tuntas. Paling utama cahaya kemakmuran selalu terpancar dari masjid yang menjadi tempat PNS di pusat pemerintahan Aceh Singkil melaksanakan shalat berjamaah itu.(dede rosadi) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id