Eumpang Breuh Jantong Hate Beredar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Eumpang Breuh Jantong Hate Beredar

Eumpang Breuh Jantong Hate Beredar
Foto Eumpang Breuh Jantong Hate Beredar

* Mulai Hari Ini

BANDA ACEH – Film komedi Aceh, Eumpang Breuh ‘Jantong Hate’ yang disutradarai Ayah Doe akan beredar mulai hari ini, Kamis (31/8) di sejumlah toko-toko VCD di Aceh. Sebelumnya, film yang juga dimainkan oleh Haji Uma (Sudirman) ini dijadwalkan beredar H-2 Idul Adha 1438 H, Rabu (30/8), namun karena adanya penambahan cetak kaset sehingga mulai beredar H-1 Idul Adha.

Asisten Sutradara, Muhammad Daud menyampaikan hal kepada Serambi, Rabu (30/8). Kata Muhammad Daud, sebelumnya untuk edisi pertama mereka mencetak kaset 15.000 keping, tapi karena ada permintaan tambahan dari beberapa distributor, maka jumlah kaset yang dicetak bertambah menjadi 20.000 keping.

“Ya, kamis besok (hari ini-red) insya Allah sudah mulai beredar,” ujar Muhammad Daud seraya menambahkan untuk cover CD film itu dicetak di percetakan PT Aceh Media Grafika (Serambi Indonesia). Sedangkan CD-nya di Jakarta.

Sejumlah pemain dalam film yang berdurasi 1 jam 60 menit ini yaitu dimeriahkan oleh pemain lama seperti Haji Uma (Sudirman), Kak Bungsu, Adun Jelas (Mukhtar Abdullah), Kabayan (Oni Suwarman), dan Syeila (Syarifah). Tak ketinggalan pemain-pemain baru, antara lain Desy (Nida Uljannah), Si M (Muha), Akop (Safari), Daud (Muhammad Daud), Ayi Suntana (Hasbi), dan Pak Keuchik (Saleh).

Haji Uma tetap main dalam film ini. Peran lelaki bernama lengkap Sudirman yang kini menjadi salah satu dari empat Anggota DPD asal Aceh itu, tetap bermain parang, seperti pada film-film Eumpang Breuh sebelumnya, yaitu orang kaya yang pelit dan bengis.

Film ini mengisahkan tentang tiga pemuda yang bersaing untuk merebut hati seorang guru yang sedang bertugas di desa mereka. Guru yang memiliki paras cantik itu ditugaskan untuk mengajarkan warga di gampong Haji Uma tersebut agar bebas dari buta aksara.

Film yang syuting di Lhokseumawe dan Banda Aceh ini, kata Daud, menceritakan tentang ibu guru berparas cantik, Desy yang disukai banyak pemuda di desa itu. “Ada tiga pemuda yang ingin merebut hati Desy yaitu Si M, Akob, dan saya sendiri yang berperan sebagai toke arang yang kaya di desa itu,” jelas Muhammad Daud.

Ditambahkan, alur cerita film itu makin menarik dengan adanya dugaan bahwa keuchik yang diperankan Shaleh juga ingin merebut hati Desy. “Pak keuchik sering menjenguk Desy dan menanyakan kabar apakah ada gangguan dari masyarakat atau tidak. Jadi Si M dan Akob beranggapan pak keuchik juga suka pada bu guru, sehingga dilaporkan ke istrinya,” tambah Daud.

Adapun Haji Uma, ia cukup menghargai ibu Desy yang mau membebaskan warga desa itu dari buta aksara. “Adegan-adegan dalam film ini jelas akan memberi hiburan kepada masyarakat,” demikian Muhammad Daud. (una) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id