AWAS! Warga Miskin dan Pengangguran Jangan Tulis Wiraswasta di KTP, Ini Dampaknya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

AWAS! Warga Miskin dan Pengangguran Jangan Tulis Wiraswasta di KTP, Ini Dampaknya

AWAS! Warga Miskin dan Pengangguran Jangan Tulis Wiraswasta di KTP, Ini Dampaknya
Foto AWAS! Warga Miskin dan Pengangguran Jangan Tulis Wiraswasta di KTP, Ini Dampaknya

URI.co.id, LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Syoeib meminta masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, pengangguran, atau yang tergolong masyarakat miskin, tidak asal menulis pekerjaan sebagai wiraswasta di KTP.

Salah satu dampaknya adalah, masyarakat miskin tersebut tidak akan diterima sebagai calon penerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Hanya gara-gara tercantum pekerjaan wiraswasta di KTP, banyak masyarakat miskin dan pengangguran gagal mendapatkan bantuan tersebut.

(Baca: Jangan Lupa Puasa Arafah Pada Kamis Besok, Ini Pahala yang Bakal Diperoleh)

Berikut penjelasan Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Syoeib kepada URI.co.id.

Selama ini, banyak pihak menilai proses verifikasi penerima dana PKH di Lhokseumawe tidak valid. Sebab orang yang berhak menerima tidak terdata, sedangkan yang dinilai mampu secara ekonomi malah menerima bantuan itu.

(Baca: 100 Pelaku Usaha Kecil Menengah di Pijay Terima Bantuan Bergulir)

Hasil penelusuran Dinas Sosial bersama tim pendamping program PKH di Lhokseumawe, hal ini salah satunya terjadi karena pada KTP masyarakat miskin tercantum pekerjaan wiraswasta.

Saat data calon penerima bantuan dikirimkan ke pusat, banyak yang dicoret.

(Baca: Enam Mobil Ini Ditawar Dengan Harga Khusus Untuk Mudik Idul Adha dan Liburan)

Belakangan diketahui, nama-nama yang dicoret karena pada KTP-nya tercantum pekerjaan wiraswasta.

Menurut Syoeib, Pusat berasumsi bahwa orang yang pekerjaannya wiraswasta, adalah seorang pengusaha atau minimal punya usaha.

(Baca: Bos First Travel Dilaporkan ke Bareskrim oleh Pengusaha Hotel Asal Arab Saudi)

“Makanya dicoret. Hal ini juga sempat mencuat dalam rakor nasional yang baru-baru ini saya ikuti,” ujarnya.

Karena itu, ke depan, masyarakat miskin atau pengangguran yang membuat KTP, jangan asal menyebut wiraswasta di KTP. (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id