Usut Pengeroyok Anggota Satpol PP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Usut Pengeroyok Anggota Satpol PP

Foto Usut Pengeroyok Anggota Satpol PP

* Permintaan Wali Kota ke Polisi

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meminta polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan anggota Satpol PP Banda Aceh oleh sekelompok orang pada Jumat (18/3) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Diponegoro Banda Aceh. “Kami berharap pihak berwenang lebih fokus mengusut mereka yang mengeroyok anggota kami, bukan justru sebaliknya,” tulis Illiza dalam pesan yang diterima Serambi, tadi malam.

Illiza sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengecam keras pelaku. Sebab, menurut Wali Kota, mereka sudah melakukan tindakan anarkis terhadap anggota Satpol PP yang sedang melaksanakan tugas penertiban sesuai perintah qanun.

“Malam itu juga kita laporkan kejadian tersebut ke Polresta Banda Aceh. Kita sangat berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Pemko sangat berharap pihak berwenang lebih fokus mengusut mereka yang mengeroyok anggota kami,” pinta Illiza.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH, meminta anggota Satpol PP Kota yang menjadi korban pengeroyokan yang betul-betul mengenal pelaku agar memberitahukan identitasnya ke penyidik Polresta. Pasalnya, sambung Supriadi, selama ini isu yang berkembang pengeroyokan itu disebut-sebut melibatkan oknum aparat.

“Kasus tersebut memang sudah dilaporkan ke Polresta malam itu juga. Tapi, sampai sekarang kami belum tahu siapa pelakunya dan kami masih melakukan penyidikan. Kalau ada korban yang merasa yakin ada di antara pelaku oknum aparat laporkan ke kami, kami akan usut tuntas,” janji Supriadi.

Sampai saat ini, tambah Kasat Reskrim, pihaknya belum menerima satu nama pun yang diduga pelaku dari korban. “Kalau pun ada yang mengaku kenal, baru sebatas katanya. Bahkan ada yang sekedar mendengar. Tolong bantu kami,” pungkasnya.

Keluarga anggota Satpol PP Aceh yang dipukul oknum polisi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Jumat (18/3) menyesalkan pernyataan Kabid Humas Satpol PP, Muhammad Iswanto yang menyatakan insiden itu hanya sekedar adu mulut (cekcok). Paman korban, M Daniel mengatakan, yang terjadi di RSJ pada waktu itu adalah pengeroyokan keponakannya oleh oknum polisi.

Daniel, kemarin siang mengajak Serambi melihat langsung kondisi keponakannya yang babak belur akibat insiden itu. “Saya sedih dan kecewa mendengar pernyataan Humas Satpol PP Aceh yang seharusnya membela anggotanya dianiaya polisi,” ujar Daniel didampingi korban pengeroyokan, M Nur (24) dan ibunya, Nurlaila.

Nurlaila yang mengatakan, ia tak ikhlas anaknya diperlakukan tak manusiawi. “Anak saya sampai kini masih memar di sekujur badannya. Muka masih bengkak dan perutnya terasa sakit kalau batuk,” kata Nurlaila menahan tangis.

Sementara M Nur yang masih trauma akhirnya juga angkat bicara soal insiden yang dialaminya itu. Dikatakan, saat insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di depan meja apotek poli RSJ Banda Aceh, dirinya ditugaskan pimpinan Satpol PP dan WH Aceh menjaga kawasan tersebut.

“Saya lihat dua orang berpakaian training merokok di depan apotek sambil menunggu obat. Lalu, saya minta mereka merokok di luar,” ujar Nur seraya mengatakan kedua orang itu akhirnya keluar ruangan. Beberapa saat kemudian, lanjut M Nur, satu dari dua pria itu masuk lagi ke ruangan sambil memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepolisian kepadanya.

Melihat KTA itu, M Nur menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas yaitu menjaga kenyamanan pengunjung di Poli RSJ. “Dia bilang ke saya, kau tahu ini apa (sambil memperlihatkan KTA)? Kau itu cuma Satpol PP,” ujar M Nur menirukan pria berpakaian training itu. Lalu, pria tersebut menarik kursi aluminium di sebelah kanannya ke arah M Nur.

“Dia mengayunkan kursi itu ke kepala saya hingga tiga kali, tapi saya bisa mengelak. Karena sudah terancam, saya langsung arahkan pukulan ke hidungnya. Sehingga hidung pria itu berdarah. Setelah itu, situasi makin panik,” jelasnya.

Lalu, menurut M Nur, dirinya dibawa lari oleh temannya ke gedung Adm RSJ di lantai 2. “Tiba-tiba dua polisi datang menjemput saya dan kemudian dibawa ke ruangan di lantai I untuk didamaikan dengan oknum polisi itu. Setelah didamaikan, saya dibawa ke luar ruangan. Namun, sekitar 10 polisi yang sudah menunggu saya di balik pintu, langsung memukuli dan menendang saya. Saya cuma bisa pasrah,” ujar M Nur. Ditambahkan, teman-temanya berusaha membentengi tubuhnya, tanpa menyerang balik polisi tersebut.

Dikatakan, teror belum berakhir hingga pukul 15.00 WIB. M Nur diantar pulang oleh dua anggota Kodam IM yang kebetulan melintasi RSJ. “Saya pulang dipakaikan baju pasien sakit jiwa oleh pihak RSJ. Ada dua TNI yang mau mengantar saya pulang sampai rumah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin mengaku siap memberi bantuan hukum kepada M Nur. “Kami mendesak pengeroyok anggota Satpol PP di RSJ segera ditangkap dan diproses secara cepat. YARA siap membantu korban dan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM,” ujarnya.(fit) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id