Apa Karya Harus Kembalikan KTA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Apa Karya Harus Kembalikan KTA

Foto Apa Karya Harus Kembalikan KTA

BANDA ACEH – Sikap Zakaria Saman (Apa Karya) mengundurkan diri untuk sementara dari Partai Aceh (PA) karena maju sebagai bakal calon gubernur Aceh pada Pilkada 2017 melalui jalur perseorangan disikapi oleh Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA).

Wakil Ketua DPA-PA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Zakaria Saman dari jabatan Tuha Peuet PA karena maju sebagai bakal calon gubernur Aceh melalui jalur independen.

“Sebaiknya Apa (Karya) harus mengembalikan kartunya untuk partai bukan surat saja. Hehehe. ID card-nya, KTA yang sudah ada sama dia dikembalikan saja dan kami di partai menerima,” kata Abu Razak didampingi Juru Bicara, Suaidi Sulaiman alias Adi Laweung kepada Serambi, Rabu (23/3) saat ditemui di Kantor DPA-PA di Banda Aceh.

Menurut Abu Razak, setiap pengurus partai politik wajib mundur dari partai apabila ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah melalui jalur independen. Penegasan ini diatur dalam Qanun Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota di Aceh.

Abu Razak menyatakan, pihaknya menyayangkan sikap yang diambil Apa Karya yang memilih maju melalui jalur independen. Sebab, katanya, Apa Karya merupakan orang tua pihaknya dalam perjuangan, tapi sekarang sudah memutuskan untuk keluar dengan suka rela dari partai.

“Bagi kami dia orang pertama dalam perjuangan dan sudah lama saya kenal dia. Di Libya dulu, dia sebagai pelatih saya. Tapi hari ini, meski pun PA masih utuh dia turun di tengah jalan, itu yang kami sayangkan,” ujarnya.

Jika Apa Karya ingin kembali lagi ke PA, apa masih diterima? “Itu saya tidak mungkin memberitahu sampai ke situ. Kami pun belum duduk rapat. Surat memang sudah diterima dan sudah diagendakan di kantor. Mungkin terima atau tidak itu keputusan di partai, sebab di mana-mana partai keputusan tertinggi adalah rapat,” katanya.

Abu Razak mengatakan tidak bisa menghalangi seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah karena itu hak individu masing-masing. Saat ini dua orang Tuha Peuet PA, yaitu Zakaria Saman dan dr Zaini Abdullah sudah menyatakan diri akan maju sebagai calon gubernur Aceh periode 2017-2022 melalui jalur independen.

Bahkan, ‘mesin politik’ masing-masing mereka sudah bekerja untuk mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai tiga persen dari jumlah penduduk Aceh sebagai syarat utama untuk bisa mendaftarkan diri. Di sisi lain, PA sendiri sudah mengusung Ketua DPA PA, Muzakir Manaf (Mualem) sebagai calon gubernur Aceh.

“Siapapun yang ingin mencalonkan sebagai gubernur dan bupati itu hak individu. Di partai kita mengimbau kepada orang tua kami seperti Doto Zaini dan Apa Karya tetaplah satu partai kita hari ini, agar sama-sama kita berjuang pada 2017 untuk Mualem. Apalagi kita lihat Doto usianya sudah 76 tahun,” kata Abu Razak.

“Kita satu perjuangan, ayo duduk bersama (menentukan) ke mana arah tujuannya. Hari ini Doto Zaini sudah kita antar selamat sampai akhir jabatan dan kader kedua Mualem sudah kita orbitkan sebagai orang nomor satu, jadi harus kita dukung. Saya harap Doto baik hati untuk tetap bersama-sama di perjuangan,” tandas Abu Razak.

Pendamping Mualem
Abu Razak juga menginformasikan, pihaknya belum memutuskan siapa calon bupati/wakil bupati yang akan diusung PA. Begitupun, pihaknya juga belum menentukan sosok pendamping calon gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) pada Pilkada 2017. Pihaknya masih mencari sosok yang ideal dan cocok yang akan menjadi pendamping Mualem.

Kendati demikian, pihaknya tidak merasa khawatir dalam memilih pasangan. Pasalnya, PA merupakan satu-satunya partai di Aceh yang bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi karena memiliki cukup kursi di DPRA. Artinya, usulan satu paket masih terbuka lebar meskipun selama ini Mualem kerap mengatakan akan mengandeng wakil dari partasi nasional (parnas).

“Kita mengusahakan satu paket. Pertimbangan satu paket karena PA cukup kursi untuk mengusung calon sendiri. Selain itu, kita sebagai partai lokal yang tidak ada di daerah lain, tidak pernah gabung dengan parnas. Partai lokal harus berdiri sendiri dan harga mati,” katanya.

Meski demikian, Abu Razak mengaku akan setuju Mualem menggandeng wakil dari parnas apabila semua partai nasional bersatu mendukung Mualem. Tapi jika hanya satu parnas yang mendukung sementara parnas lainnya mengusung calon sendiri, lebih baik PA berjuang sendiri. “Kita baru mau jika semua parnas di Aceh mau bergabung dengan PA. Kita lawan independen saja,” pungkasnya.(mas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id